Untuk mendapatkan hak kelola Blok Sanga-sanga setelah kontrak berakhir, Saka pun sudah mengajukan proposal resmi kepada Kementerian ESDM.
PGN Saka
Arief Kamaludin | Katadata

Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk/PGN Jobi Triananda Hasjim menyatakan PT Saka Energi Indonesia masih berminat melanjutkan kontrak Blok Sanga-sanga. Saka merupakan salah satu anak usaha PGN yang bekerja di sektor hulu.

Menurut Jobi, Saka tertarik untuk mengelola blok tersebut karena masih dianggap ekonomis setelah kontrak berakhir. "Iya dong (tertarik masuk Blok Sanga-Sanga), kan kami juga sudah investasi di sana," kata dia di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (28/9).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Untuk mendapatkan hak kelola Blok Sanga-sanga setelah kontrak berakhir, Saka pun sudah mengajukan proposal resmi kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Namun hingga kini belum ada keputusan dari pemerintah, termasuk besaran hak kelola.

Pemerintah sebenarnya sudah menugaskan PT Pertamina (Persero) untuk mengelola blok yang ada di Kalimantan Timur itu setelah kontrak berakhir. Akan tetapi Jobi mengatakan saat ini belum ada komunikasi dengan Pertamina. "Kami komunikasi dengan pemerintah, yang punya alokasi kan pemerintah yang bisa ngasih persetujuan," kata dia. 

Jobi memang mendorong Saka Energi untuk mengambil peluang berinvestasi di blok migas yang sudah beroperasi di Indonesia. Tujuannya agar pemerintah mempunyai alternatif dalam pengelolaan blok migas.

Jadi, nantinya pemerintah tidak hanya bergantung kepada PT Pertamina (Persero) dalam sektor hulu migas. "Kalau misalnya Pertamina menganggap satu blok tidak masuk skala perusahaannya, Saka coba masuk," kata Jobi.

Blok Sanga-sanga akan berakhir kontraknya pada 2018 nanti. Saat ini blok tersebut dioperatori VICO Indonesia. Adapun pemegang hak kelola VICO adalah Virginia Indonesia Co memiliki hak pengelolaan 7,5%, Adapun, ENI mengempit 26,25%, CPC 20%, Universe Gas & Oil 4,37% dan Saka 26,25%.

Sepanjang semester I-2017, VICO berhasil memproduksi minyak bumi sebesar 14.400 barel per hari (bph) dari target 10.400 boh .Sedangkan produksi gas mencapai 153 mmscfd. Adapun target produksi gas dipatok 130 mmscfd.

Artikel Terkait
“Sehingga ke depan kami bisa memprediksi apakah perlu mengimpor LNG atau tidak," kata Arcandra.
Menurut Dadan Kusdiana, kompensasi 7 tahun ini sesuai dengan UU Migas pasal 39 ayat 1 huruf b.
Salah satu penyebab kenaikan itu adalah Blok Offshore North West Java (ONWJ) yang sekarang 100% dikelola Pertamina.