Pemerintah akan melelang Blok East Kalimantan dan Attaka secepatnya.
Rig Minyak
ilustrasi blok migas. Katadata

Kementerin Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memastikan sikap resmi PT Pertamina (Persero) terhadap Blok East Kalimantan dan Attaka. Sikap resmi itu diterima ketika memanggil manajemen perusahaan pelat merah tersebut, hari ini Rabu (11/10).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Ego Syahrial mengatakan dalam pertemuan itu, Pertamina menyatakan sikapnya mengembalikan Blok Attaka dan East Kalimantan. “Iya dikembalikan dua-duanya," kata dia di Jakarta, Rabu (11/10).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Setelah mengetahui keputusan tersebut, Kementerian ESDM juga sudah menyiapkan langkah sebagai tindak lanjutnya. Nantinya pemerintah akan melelang dua blok itu.  Sayangnya Ego belum mau menjelaskan secara rinci kapan lelang dua blok tersebut akan dibuka.

Di sisi lain, menurut Ego sejauh ini sudah ada beberapa perusahaan yang tertarik untuk menggarap blok tersebut. Salah satu penyebabnya karena dua blok tersebut adalah blok yang sudah berproduksi, sehingga sudah ketahuan cadangan migasnya.

Namun saat ini Ego belum mau menjelaskan detail perusahaan yang tertarik itu kepada publik. "Sudah banyak beberapa yang saya denger isu sudah menyampaikan Ketertarikan," kata dia.

Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik memang pernah menyebutkan tidak tertarik mengelola Blok East Kalimantan setelah kontraknya berakhir tahun depan. Alasannya adalah kewajiban dana pemulihan tambang (Abandonment Site Restoration/ASR)."Selain menanggung beban yang di depan, kami juga menanggung beban di belakang. Kalau kecil tidak apa-apa, bisa kami depresiasi," kata dia beberapa waktu lalu.

Saat ini Blok East Kalimantan masih dikelola Chevron Indonesia. Kontrak perusahaan asal Amerika Serikat itu akan berakhir 24 Oktober 2018. Managing Director Chevron IndoAsia Business Unit Chuck Taylor mengatakan tidak akan memperpanjang blok itu dan akan mengembalikan seluruh asetnya ke pemerintah.

Blok East Kalimantan termasuk 10 penyumbang produksi minyak bumi. Selama semester I tahun 2017, blok yang dioperatori oleh Chevon ini memproduksi minyak blok tersebut mencapai 18,2 ribu barel per hari (bph). Sedangkan target dalam rencana kerja dan anggaran adalah 18,5 ribu bph.

Pengembangan Blok East Kalimantan ini juga terunitisasi dengan Attaka. Alhasil, jika Pertamina tidak tertarik mengelola Blok East Kalimantan, harus juga mengembalikan Attaka. 

Artikel Terkait
“Sehingga ke depan kami bisa memprediksi apakah perlu mengimpor LNG atau tidak," kata Arcandra.
Menurut Dadan Kusdiana, kompensasi 7 tahun ini sesuai dengan UU Migas pasal 39 ayat 1 huruf b.
Salah satu penyebab kenaikan itu adalah Blok Offshore North West Java (ONWJ) yang sekarang 100% dikelola Pertamina.