Pembukaan rekening baru di digital branch diklaim bisa selesai dalam 10 menit dengan menggunakan mesin tyme digital kiosk.
Bank Commonwealth
www.commbank.co.id

Bank Commonwealth terus memperbanyak kantor cabang berkonsep digital atau digital branch guna memberikan layanan cepat bagi nasabah. Kantor cabang berkonsep digital diklaim mampu menghemat biaya operasi (cost of operation) hingga 20%.

Layanan di digital branch bisa lebih cepat lantaran banyak menggunakan perangkat (device) teknologi. Saat ini, bank telah membuka tiga digital branch di Jakarta. Yang terbaru, yaitu di World Trade Center 6. Rencananya, bank bakal membuka lagi dua digital branch lainnya tahun ini.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

"Cara bekerjanya berbeda. Dulu mungkin front liner manual, nulis, cek. Sekarang beberapa proses tidak diperlukan lagi (karena menggunakan perangkat teknologi)," kata Direktur Retail Banking Bank Commonwealth Rustini Dewi saat peluncuran digital branch di WTC 6, Jakarta, Kamis (12/10). (Baca juga: Lapangan Kerja Perbankan Susut Karena Inovasi Teknologi

Adapun untuk membuka rekening, misalnya, nasabah tinggal memenggunakan mesin tyme digital kiosk yang mirip dengan Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Proses pembukaan rekening dengan cara itu diklaim bisa selesai dalam 10 menit. Saat ini, bank telah memiliki 30 tyme digital kiosk, dan akan ditambah 20 unit lagi tahun ini.

Sejauh ini, pembukaan rekening dengan mesin tersebut sudah banyak dimanfaatkan calon nasabah. "Sekitar 30% (pembukaan rekening baru) dilakukan dengan mesin," kata dia. (Baca juga: Lewat 'Jenius', Nasabah BTPN Bisa Buka Deposito Lewat Ponsel)

Meski layanan bank bakal semakin banyak memanfaatkan teknologi, Rustini mengklaim tidak ada pemangkasan pegawai di Commonwealth. Sebab, pegawai akan dioptimalkan untuk pelayanan masyarakat, terutama untuk know your costumer (KYC). "Enggak (efisiensi pegawai)," kata dia. 

Tahun depan, bank berencana membuka lagi digital branch di Jakarta, Bandung dan Surabaya. Targetnya, minimal ada satu hingga dua digital branch di satu kota. (Baca juga: Bank Khawatir Fintech Asing Kuasai Pasar, BI Janji Jaga Persaingan)

Selain fasilitas pembukaan rekening dalam 10 menit melalui tyme digital kiosk, ada enam layanan di digital branch yang ingin ditonjolkan bank. Pertama, area self-service digital experience yang bisa dimanfaatkan untuk mencari informasi produk dan Iayanan. Kedua, pendekatan personal dan interaktif dengan petugas.

Ketiga, green banking melalui e-form dan e-brochure. Keempat, petugas bank yang bersifat mobile atau menjemput langsung nasabah. Kelima, informasi yang terkini mengenai perbankan seperti nilai tukar dan bunga perbankan melalui video wall.

Artikel Terkait
Bank Mandiri belum berencana mengubah perusahaan menjadi bank digital murni.
Karyawan dapat mengajukan PPKS dan dibekali pengetahuan jika berkarier di luar BTPN. Tapi, program ini tak terkait dengan kinerja BTPN yang kuat dan sehat.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan pengkajian untuk menentukan edukasi dan sertifikasi baru bagi pegawai bank di masa depan.