Sebagai penyumbang terbesar kelima, mundurnya AS bakal berpengaruh besar pada pendanaan organisasi yang menjaga warisan budaya dunia ini.
Trump
REUTERS/Kevin Lamarque/ANTARA FOTO

Amerika Serikat (AS) menyatakan mundur dari UNESCO, badan khusus Perserikatan Bangsa-bangsa yang berfokus pada pengembangan pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan dunia. Israel menyusul langkah negara adidaya tersebut.

Salah satu alasan hengkangnya AS adalah UNESCO dinilai anti-Israel terkait dengan konflik yang terjadi dengan Palestina.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

"Keputusan ini bukan keputusan yang mudah dan merefleksikan perhatian AS terhadap pendanaan UNESCO, kebutuhan organisasi untuk melakukan reformasi fundamental, dan ketetapan yang bias untuk anti-Israel," kata Juru Bicara State Department AS Heather Nauert dalam keterangan resmi dari Washington DC, AS, Jumat (13/10).

Pengunduran diri AS dari UNESCO bakal efektif pada 31 Desember 2018. Nantinya, Nauert mengungkapkan, AS akan menjadi negara non-anggota yang mengawasi dan tetap memberikan kontribusi dengan pandangan, perspektif, dan pengalaman terhadap kebijakan terhadap isu penting yang diurus organisasi.

Setelah AS, Israel juga berencana untuk mundur dari UNESCO. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengaku menyambut baik keputusan Presiden AS Donald Trump.

Ia juga telah menginstruksikan Kementerian Luar Negeri-nya untuk menyiapkan pernyataan resmi untuk mundur secara bersamaan dengan AS. "Ini adalah langkah berani, karena UNESCO sekarang sudah absurd. Bukannya menjaga sejarah, mereka malah melakukan distorsi,” tulis Netanyahu di media sosial Twitter.

Sebaliknya, Direktur UNESCO Irina Bokova mengungkapkan penyesalannya terhadap keputusan pemerintah AS. "Di waktu ketika konflik terus merusak berbagai kelompok di seluruh penjuru dunia, sangat mengecewakan jika AS mundur dari UNESCO yang mempromosikan pendidikan untuk kedamaian dan menjaga serangan terhadap kebudayaan," kata Bokova dalam keterangan resmi.

Pada 2011 lalu, AS menghentikan pendanaan terhadap UNESCO setelah organisasi yang bermarkas di Paris, Prancis ini meresmikan Palestina sebagai anggota penuh. Sebagai penyumbang terbesar kelima, mundurnya AS bakal berpengaruh besar pada organisasi yang menjaga kebudayaan besar seperti kota kuno di Palmyra di Siria dan Taman Nasional Grand Canyon di AS.

Ini bukan pertama kalinya AS menarik diri dari organisasi ataupun kesepakatan internasional. Sejak Donald Trump menjadi presiden, AS telah mundur dari perundingan perdagangan Trans-Pacific Partnership (TPP) dan kesepakatan iklim di Paris.

Sementara, Israel juga telah membekukan kerja sama dengan UNESCO ketika organisasi mengadopsi resolusi yang tidak menggunakan referensi Yahudi dalam sebuah tempat suci di Yerusalem, tahun lalu.

Michael Reily
Artikel Terkait
Playboy Mansion yang dikenal sebagai tempat Hugh Hefner kerap berpesta ternyata sudah dijual tahun lalu.
Nilai tukar Yen Jepang menguat terhadap dolar AS dan harga emas naik. Investor diduga mencari aset-aset yang aman.
Toys ‘R’ Us Eropa, Australia dan Asia tidak menjadi bagian dari restrukturisasi yang dilakukan di Amerika.