Melantai di Bursa, Harga Saham Produsen Etanol Melejit 50%

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Safrezi Fitra

Kamis 30/8/2018, 15.12 WIB

Dana hasil IPO akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas pabrik etanol hingga 62,5%

Potensi Pasar Modal
ANTARA FOTO/Agung M Rajasa

PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan etanol tertua di Indonesia ini melepas 351 juta lembar saham atau 15,03% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Pada pencatatan perdana ini, saham perusahaan langsung melejit 290 poin atau setara 50% ke level ke Rp 870 dari harga pelaksanaan Rp 580. Hal ini menyebabkan transaksi perdagangan saham perseroan dihentikan secara otomatis oleh sistem.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Saham MOLI ditransaksikan sebanyak 12 kali dengan volume sebanyak 7.971 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 693,48 juta. Mereka berpotensi meraup dana segar hasil penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) sebesar Rp 203,58 miliar. Dana hasil IPO ini akan digunakan untuk ekspansi bisnis perusahaan.

Adapun hasil aksi korporasi ini akan disalurkan kepada entitas anak sebesar 94,45% untuk meningkatkan kapasitas produksi dengan membangun pabrik serta membeli beberapa mesin baru. Sisanya, akan disalurkan kepada entitas anak lainnya untuk pembangunan gudang di Jawa Timur.

"Kapasitas produksi kami itu sudah mentok, tidak bisa cari uang lagi, selain cari uangnya dari selisih kurs," kata kata Direktur Utama MOLI Arief Goenadibrata di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (30/8).

Dengan ekspansi ini, kapasitas produksi MOLI akan meningkat 62,5%. Tambahan pabrik baru akan membuat perusahaan mampu memproduksi etanol 130 juta liter per tahun pada 2020. Saat ini perusahaan hanya mampu memproduksi 80 juta liter.

Arief menjelaskan, tujuan utama IPO ini untuk menjadi perusahaan yang bagus, maka perlu dikelola secara profesional. Selain itu, untuk dapat berkembang, perusahaan perlu diatur sesuai prosedur seperti peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau undang-undang.

"Sehingga gerakan kita terbatas tapi membuat kita jadi cantik karena compliance," kata Arief.