Perencana Keuangan Sebut Saat Ini Waktu yang Tepat Jual Dolar

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Safrezi Fitra

Rabu 5/9/2018, 20.39 WIB

"Yang penting sudah mencapai target. Kalau mau lebih penasaran, ya terserah. Tapi biasanya kalau (dolar) turun, turunnya cepat sekali," kata Tejasari.

Uang dolar
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menguat hingga ke level tertinggi dalam 20 tahun terakhir. Posisi rupiah, Rabu (5/9) menyentuh angka Rp 14.938 per dolar AS. Pemerintah meminta masyarakat tidak panik dengan keadaan ini.

Lantas, apa yang perlu dilakukan oleh pemegang dolar AS saat ini? Perencana keuangan mengatakan sebenarnya saat ini adalah waktu yang tepat bagi investor menjual dolarnya untuk mendapatkan keuntungan. Apalagi, sepanjang tahun ini saja dolar sudah menguat hingga 10,3%, dari level Rp 13.540 pada awal tahun 2018, naik ke Rp 14.938 pada perdagangan kemarin.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Perencana keuangan dari Tatadana Consulting Tejasari Assad mengatakan pemegang dolar yang sejak awal berniat untuk berinvestasi mencari keuntungan, bisa menjual dolarnya saat ini. Pelemahan rupiah yang terjadi hingga saat ini membuat harga jual dolar sudah sangat jauh di atas harga belinya.

(Baca: Ekonomi 2019 Diramal Membaik, BI Optimistis Rupiah Kembali ke 14.300)

Biasanya investor yang bermain valuta asing (trader) memiliki target margin keuntungan yang ingin dicapai. Dia memprediksi, target margin tersebut sudah tercapai. Makanya, saat ini adalah waktu yang tepat untuk menjual dolarnya.

"Yang penting sudah mencapai target. Kalau mau lebih penasaran, ya terserah. Tapi biasanya kalau turun, turunnya cepat sekali," kata Tejasari kepada Katadata.co.id, Rabu (5/9).

Perencana Keuangan Andi Nugroho juga sependapat. Bagi yang tujuannya investasi, saat ini harus siap-siap melepas dolarnya. Sementara bagi pemegang dolar yang memiliki tujuan lain, seperti rencana pendidikan dan liburan ke luar negeri, atau kebutuhan lain, masih bisa menyimpannya.

Dia menyarankan pemegang dolar seharusnya ikut membantu pemerintah dengan menjualnya. "Karena kalau kita hold dolar lebih lama dan terakumulasi dalam jumlah banyak, akan semakin membuat rupiah jadi lemah," ujar Andi.

 

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji mengatakan peluang rupiah menguat terhadap dolar AS masih cukup terbuka lebar. Salah satu faktor pendorongnya, kebijakan pemerintah meningkatkan sumber devisa dengan menaikan posisi defisit transaksi berjalan secara ideal.

“Untuk saat ini, posisi pergerakan dolar akan berada di level Rp 14.930 hingga Rp 15.060,” ujarnya. (Baca: Istana Minta Masyarakat Tak Panik dengan Pelemahan Rupiah)