Dari Hanoi, Go-Viet Resmi Diluncurkan di Vietnam

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Pingit Aria

Kamis 13/9/2018, 11.32 WIB

Aplikasi GO-VIET telah diunduh 1,5 juta kali hanya dalam enam pekan sejak soft launch di Ho Chi Minh.

Go-Viet
Katadata/Ameidyo Daud
Presiden Jokowi menghadiri peluncuran Go-Viet yang merupakan besutan Go-Jek, di Hanoi, Vietnam, Rabu (12/9).

 

Go-Viet, aplikasi on demand yang menawarkan berbagai layanan yang didukung oleh Go-Jek, resmi beroperasi di Hanoi, kota terbesar kedua di Vietnam. Peluncuran Go-Viet dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan Menteri Transportasi Vietnam, Nguyen Van The.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Go-Viet menawarkan layanan transportasi roda dua Go-Bike dan layanan pengiriman kurir Go-Send. Dengan diluncurkan di Hanoi ini juga berarti GO-VIET sudah hadir di dua kota besar di Vietnam, setelah sejak 5 pekan lalu beroperasi terbatas di Ho Chi Minh.

CEO dan Co-Founder Go-Viet Duc Nguyen mengatakan, hanya dalam waktu hanya 6 minggu, aplikasi Go-Viet sudah diunduh lebih dari 1.5 juta kali, meski layanannya belum resmi diluncurkan dan beroperasi secara penuh.

“Kami percaya dengan kehadiran di Hanoi, kami bisa mencatatkan jumlah perjalanan yang lebih banyak karena akan ada lebih banyak masyarakat yang bisa memanfaatkan layanan kami yang baik,” ujarnya, dalam sambutannya di Hotel Melia, Rabu (12/9).

(Baca juga: Jempol Jokowi untuk Go-Jek di Vietnam)

Tak hanya menawarkan layanan ojek online bagi masyarakat Vietnam, Go-Viet juga menyediakan peluang dan akses terhadap tambahan pendapatan kepada mitra pengemudinya. Hingga saat ini, sudah ada sekitar 25 ribu mitra pengemudi yang bergabung dengan platform Go-Viet.”

Go-Viet merupakan operasi internasional GO-JEK yang pertama diluncurkan. “Go-Jek mendukung kami dengan platform teknologi kelas dunia. Sementara kami – tim manajemen memanfaatkan pengetahuan kami yang mendalam mengenai pasar lokal,” kata Duc.

Peluncuran secara resmi Go-Viet yang digelar kemarin, dihadiri oleh ratusan pemangku kepentingan dan media, termasuk Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara; Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan; Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi; dan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung. Sementara dari Vietnam adaKepala Kantor Presiden, Dao Viet Trung; Wakil Menteri Luar Negeri, Nguyen Phuong Nga; dan Wakil Kepala Komite Keselamatan Berkendara Nasional, Khuat Viet Hung.

Pada kesempatan yang sama, CEO and Founder Go-Jek Nadiem Makarim mengatakan kebanggaannya bahwa teknologi Indonesia yang unik dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat di negara lain. Ia juga menyatakan optimisme bahwa Go-Viet dapat bersaing di Vietnam.

“Konsumen membutuhkan lebih banyak pilihan, sementara pasar membutuhkan kompetisi supaya industri bisa terus berkembang.”

(Baca juga: Saat CEO Grab Bicara Soal Persaingan dengan Go-Jek)

Peluncuran Go-Viet merupakan awal dari ekspansi internasional Go-Jek yang sudah diumumkan sebelumnya. Setelah Vietnam, operasi di Thailand, Singapura dan Filipina sudah masuk dalam rencana.

Selain Go-Ride dan Go-Send, Go-Viet nantinya juga akan menawarkan layanan lain seperti layanan transportasi roda empat, Go-Car, layanan pesan-antar makanan, Go-Food, dan layanan uang elektronik Go-Pay.

Sementara di Indonesia, platform Go-Jek sudah menawarkan 17 layanan berbeda yang fokusnya memudahkan kehidupan sehari-hari konsumen. “Kami berharap GO-VIET bisa tumbuh dengan cara yang sama seiring dengan tim lokal yang terus menawarkan berbagai layanan bagi masyarakat Vietnam,” kata Nadiem.

Reporter: Ameidyo Daud