Indonesia Tawarkan Fasilitas dan Infrastruktur Kereta Api ke Sri Lanka

Penulis: Michael Reily

Editor: Ekarina

Kamis 13/9/2018, 20.08 WIB

Indonesia merupakan salah satu pemain besar industri manufaktur sarana perkeretaapian di Asia Tenggara.

Gerbong Inka
ANTARA FOTO/Siswowidodo
Pembuatan gerbong kereta ekonomi pesanan PT KAI di pabrik PT Industri Kereta Api (INKA) di Madiun, Jawa Timur, 16 Mei 2017.

Indonesia menawarkan pembangunan fasilitas dan infrastruktur perkeretaapian ke Sri Lanka. Peluang kerja sama disampaikan oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat melakukan kunjungan bersama Presiden Joko Widodo.

Airlangga menjelaskan peluang bisnis  pada sektor industri perkeretaapian bisa dimanfaatkan dalam hubungan kerja sama Indonesia dengan Sri Lanka. “Kami ingin menawarkan bukan hanya menjual gerbong kereta api saja, tetapi juga pembuatan sistem persinyalan rel, depot, hingga stasiun,” katanya dalam keterangan resmi dari Sri Lanka, Kamis (13/9).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Airlangga menjelaskan, pemerintah telah menawarkan kerja sama melalui paket lengkap kepada Sri Lanka, yaitu berupa pembangunan fasilitas dan infrastruktur perkeretaapian. Dia juga membahas tindak lanjut rencana Sri Lanka untuk pembelian 60 gerbong kereta api milik PT INKA.

(Baca : LRT Gunakan Kereta Produksi INKA, Hyundai Akan Jadi Konsultan)

Menurutnya, Indonesia merupakan salah satu pemain besar unuk industri manufaktur perkeretaapian di Asia Tenggara. Produk industri kereta api dalam negeri telah mampu memenuhi pesanan pasar domestik, bahkan luar negeri khususnya ke negara berkembang dan kawasan regional.

Karenanya, Kementerian Perindustrian terus mendorong PT. INKA untukmelakukan kegiatan pembinaan terhadap industri komponen berskala kecil dan menengah sehingga mampu menghasilkan produk yang sesuai dengan standar mutu dunia. Industri penunjang kereta api nasional saat ini sudah mampu memproduksi sekitar 70% dari total kebutuhan komponen kereta api, termasuk untuk bagian rangka kereta.

“Kami berharap dalam dua sampai tiga tahun ke depan, industri ini mampu memenuhi  sampai 80% dari jumlah kebutuhan,” ujar Airlangga.

 (Baca: Siap Investasi US$ 100 Miliar, Korsel Lirik Proyek LRT & Kereta Cepat)

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan d BUMN akan mengikuti lelang untuk ekspor gerbong kereta ke Srilanka dan Pakistan. PT INKA saat ini telah mengekspor gerbong kereta produksinya ke Bangladesh dan siap ekspansi ke negara-negara tetangganya. 

"Kami ikut tender gerbong barang untuk Sri Lanka dan gerbong penumpang untuk Pakistan," kata Rini, Januari lalu.

Reporter: Michael Reily