Jadi Dirut Garuda Indonesia, Ini yang Akan Dilakukan Ashkara

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Safrezi Fitra

Kamis 13/9/2018, 09.41 WIB

"Kami harus memberikan yang terbaik kepada Garuda. Kondisi sekarang memang lagi susah, rupiah sedang depresiasi, harga minyak cenderung naik," kata Ashkara

Garuda Indonesia Travel Fair 2017
ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

Direktur Utama PT Garuda Indonesia yang baru saja menjabat, I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra, menyatakan akan melakukan perbaikan dan pembenahan dari sisi operasional hingga keuangan. Dia memaparkan beberapa strategi yang akan dijalankan ke depan. 

"Kami harus memberikan yang terbaik kepada Garuda. Kondisi sekarang memang lagi susah, rupiah sedang depresiasi, harga minyak cenderung meningkat," kata Ashkara di Garuda City Center, Tangerang, Rabu (12/9).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Target perusahaan di bawah kepemimpinannya, dapat mengurangi kerugian perusahaan, minimal menjadi hanya rugi US$ 100 juta. Bahkan, dia berharap bisa sampai US$ 50 juta. Hingga Semester I-2018 sendiri, Garuda merugi sebesar US$ 114 juta. 

(Baca: Kembali ke Garuda, Ashkara Gantikan Pahala Jadi Dirut)

Ashkara mengatakan akan mentransformasi sumber daya manusia yang dimiliki Garuda. Transformasi yang dilakukan, dengan membuat beberapa perubahan. Dengan begitu, para pekerja merasa bahagia dan dimanusiakan tanpa harus menaikkan gaji.

Menurutnya, serikat pekerja merupakan titik krusial bagi perusahaan. Mereka harus dibuat lebih semangat lagi bekerja agar pelanggan tetap nyaman menggunakan jasa Garuda. Untuk itu, dia akan memberikan perhatian dan kepastian dalam bekerja dan berkarier di Garuda.

Langkah selanjutnya, membuka rute-rute baru yang potensial untuk meningkatkan pendapatan perusahaan. Ashkara akan menambah 1-2 slot penerbangan pada beberapa rute, seperti Jepang, Tiongkok, dan rute domestik yang dimiliki pesaing agar Garuda dapat lebih kompetitif.

Selain itu, dia juga berharap pemerintah memberikan satu tempat di Bandara Halim. "Satu slot di Bandara Halim, karena kita akan bisa bersaing," katanya.

(Baca: Terimbas Rupiah dan Avtur, Garuda Akan Revisi Target Laba 2018)

Untuk jangka pendek, Ashkara pun memastikan akan menutup beberapa penerbangan yang tidak efisien dan iregularitis di bisnis proses untuk menutup kebocoran operasional. Dalam waktu dekat, dia akan menggelar rapat direksi membahas hal ini.

Strategi lainnya adalah memperbaiki struktur biaya. Ashkara mengatakan saat ini produk Garuda masih sangat tersegmentasi sehingga dia merasa perlu mengubah struktur biaya agar bisa menekan risiko pelemahan nilai tukar rupiah dan tingginya harga bahan bakar.

"Maksudnya, bagaimana kita me-redefine pelanggan diberikan cost structure yang berbeda. Mungkin branded-nya akan kami berikan ke Citilink atau kami buat sendiri," kata Ashkara.