Komisi IV DPR Apresiasi Kinerja Menteri Pertanian

Tim Publikasi Katadata

Kamis 13/9/2018, 10.56 WIB

Hujan apresiasi mewarnai Rapat Kerja Komisi IV DPR RI dengan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman.

mentan
Katadata

Jakarta – Hujan apresiasi mewarnai Rapat Kerja Komisi IV DPR RI dengan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman. Selain memberikan masukan dan saran, hampir seluruh anggota Komisi IV DPR RI yang mengutarakan pandangannya dalam Rapat Kerja pada Rabu (12/9/2018), menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Mentan Amran dan jajarannya di Kementerian Pertanian (Kementan). 

                                                                                                                                                      A.A Bagus Adhi Mahendra, Anggota Komisi IV dari daerah pemilikah (Dapil) Bali, memuji program pipanisasi Kementan. Adhi memaparkan lahan Jembrana yang dahulu tidak teraliri air, dengan adanya program pipanisasi sekarang teraliri air. “Nanti Bapak Menteri bisa tinjau ada perkebunan kakao, dengan ketinggian pohon 50 cm sudah bisa menghasilkan buah yang super. Pipanisasi ini bagus dilanjutkan karena manfaatnya langsung terasa,” ungkap Adhi.  Sementara Daniel Johan, Anggota Komisi IV Dapil Kalimantan Barat, mengaku mendapat informasi dari petani yang merasakan manfaat alat mesin pertanian (alsintan) hand tracktor dari Kementan.  “Selama reses banyak aspirasi petani yang membutuhkan power threseher. Banyak yang sudah merasakan manfaat hand tracktor yang cukup banyak dibagikan,” terang Daniel. Selanjutnya Daniel menyarankan agar harapan petani untuk mendapatkan  power threseher bisa  direalisasikan.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

 

Anggota Komisi IV Dapil Papua Barat, Michael Wattimena menyampaikan Komisi IV DPR RI mendukung kebijakan soal impor beras.  “Kita semua bela Pak Menteri soal importasi beras. Pak Menteri bilang produktivitas tinggi, stok beras Bulog penuh. Kita semua lakukan pembelaan bukan asal pembelaan, tapi atas dasar kinerja Pak Menteri dan laporan stok yangg ada,”  jelas Michael. 

 

Dana Operasional Dialihkan untuk Petani                                                                         

 

Menanggapi saran dan serentetan apresiasi Anggota Komisi IV DPR RI, Mentan Amran memastikan Kementerian mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan petani sebagaimana termuat dalam Rancangan Anggaran Kementan Tahun Anggaran 2019, yang disampaikan dalam Rapat Kerja.  "Cara kami merancang anggaran sekarang kami fokus sektor produksi dan kami mengutamakan kepentingan petani," kata Amran.  Kementan memangkas operasional untuk biaya seminar, perbaikan kantor, hingga biaya membeli kendaraan operasional dan dinas dari 48 persen, porsinya menjadi tinggal 8 persen. "Kami mendahulukan petani, membeli bibit, memperbaiki irigasi, penyediaan alat mesin pertanian," jelas Amran.

 

Berdasarkan Surat Menteri PPN/Kepala Bappenas dan Menteri Keuangan RI, pagu anggaran Kementan Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp 21,7 triliun. Adapun alokasi anggaran terbesar diberikan untuk Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Hasil Tanaman Pangan di Direktorat Jenderal Tanaman Pangan sebesar Rp 6 triliun. Sedangkan Program Penyediaan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Pertanian di Ditjen Sarana dan Prasarana Pertanian yaitu sebesar Rp 5,1 triliun.

 

Kendati pagu anggaran Kementan tahun ini lebih kecil dari tahun sebelumnya, yang mencapai Rp 22 triliun, kata Amran hal tersebut tak menjadi masalah, selama mampu meningkatkan kreativitas. "Tidak masalah. Kita inikan regulator. Produksi bisa meningkat dengan regulasi, ada Permentan (Peraturan Menteri Pertanian) kami cabut 241. Dampak positifnya adalah investasi meningkat, produksi meningkat,” paparnya.  Amran menyebut dengan anggaran terbatas tidak perlu pesimistis,  sebaliknya mendorong kementerian menjadi lebih kreatif.

 

Kementrian Pertanian

Kementrian Pertanian