Tak Hanya Jakarta, Ojek Online dan Tradisional Kerap Bentrok di Hanoi

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Safrezi Fitra

Kamis 13/9/2018, 20.14 WIB

Salah satu pengemudi yang baru bergabung dengan Go-Viet bernama Nguyen Anh Tuan menceritakan pengalamannya menjadi pengemudi transportasi online

Ricuh Gojek vs Taksi di Solo
ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
Ilustrasi bentrok pengemudi transportasi online

Kedatangan Go-Viet di Hanoi, Vietnam ternyata tidak serta merta membuat pengemudi transportasi umum lain menyambut dengan baik. Layaknya di Jakarta, ada pula kasus bentrokan yang terjadi antara pengemudi transportasi online roda dua dengan pengemudi tradisional di Ibu Kota Vietnam tersebut.

Salah satu pengemudi yang baru bergabung dengan Go-Viet bernama Nguyen Anh Tuan menceritakan pengalamannya menjadi pengemudi transportasi berbasis aplikasi. Saat menjadi pengemudi aplikasi lain, pernah ada kejadian bentrok antara transportasi tradisional dengan driver online.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

"(Pernah) ada beberapa kejadian bentrok (antara pengemudi tradisional dengan online)," kata Nguyen kemarin dalam sebuah sesi wawancara dengan awak media di sebuah kedai kopi di Hanoi, Rabu (12/9).

(Baca: Jempol Jokowi untuk Go-Jek di Vietnam)

Tidak jauh berbeda dengan Jakarta, kejadian bentrok biasanya terjadi di  transportasi umum seperti halte bus yang menjadi persimpangan penumpang. Namun menurut pria yang pernah bekerja sebagai mitra transportasi online lainnya, pengemudi telah mengetahui bagaimana menghindari bentrokkan.

"Paling tidak kami yang menunggu pelanggan (datang) atau mereka yang melambaikan tangan," kata dia.

Meski begitu, Founder Go-Jek Nadiem Makarim menyatakan tidak ada masalah besar antara transportasi online dengan tradisional. Nadiem juga mengatakan keputusan penggunaan nama Go-Viet untuk memastikan brand dimiliki oleh Vietnam. "Jadi tidak ada isu (seperti) Go-Jek dan (ojek) tradisional," kata Nadiem.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara juga masih meyakini Go-Viet dapat berjalan dengan baik di Vietnam. Dia yakin Pemerintah Vietnam akan membuat regulasi yang mendukung model bisnis seperti aplikasi online. "Di Indonesia saja bisa jalan." kata dia.

(Baca: Gandeng Moca, Grab Luncurkan Uang Elektronik di Vietnam)