SKK Migas Dorong Produksi Lapangan Sukowati Naik Dua Kali di 2019

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

Jum'at 14/9/2018, 13.53 WIB

SKK Migas minta Lapangan Sukowati bisa memproduksi minyak 20 ribu bph.

Pertamina EP Asset 4
Pertamina EP Asset 4

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) meningkatkan target produksi minyak bumi Lapangan Sukowati. Pertimbangannya adalah kinerja produksi dalam beberapa bulan terakhir.

Sejak dikelola PT Pertamina EP Mei lalu, produksi minyak Lapangan Sukowati bisa mencapai 10 ribu barel per hari (bph). Padahal awalnya hanya bisa memproduksi 6.800 bph.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Melihat kondisi itu, SKK Migas optimistis produksi Lapangan Sukowati bisa meningkat tahun depan. Adapun, target tahun ini hanya 6.214 bph. “Kami meminta agar target produksi Sukowati Field pada 2019 mencapai 20.000 bph", Kepala Divisi Exploitation Skk Migas, Wahju Utomo berdasarkan keterangan persnya, Jumat (14/9).

Namun, arahan SKK Migas itu akan dipelajari dulu Pertamina EP. "Terkait dengan target 20.000 bph, kami akan pelajari lebih lanjut potensi sumur dan sub surface yang ada dan akan kami lakukan upaya terbaik untuk upaya peningkatan produksi tersebut," kata VP Exploitation PT Pertamina EP, Wit Mulya.

Saat ini Lapangan Sukowati memiliki 36 sumur. Perinciannya 29 sumur aktif, dua sumur injeksi dan lima sumur suspend (diam). Dalam waktu dekat, Pertamina EP akan memperbaiki Bonding Cement (ikatan semen) beberapa sumur dan mengaktifkan sumur Suspend agar bisa menambah produksi.

Asset 4 General Manager Agus Amperianto mengatakan untuk mencapai target produksi Sukowati tahun depan perlu ditingkatkan sinergi antar fungsi. Setidaknya Pertamina EP akan fokus pada lima prioritas konsolidasi.

Lima prioritas itu adalah metode eksploitasi yang sesuai, sistem mata rantai supply pemenuhan barang dan jasa. Kemudian, kesiapan sumber daya manusia (SDM), pemenuhan pada aspek perundangan dan ketentuan (compliance); dan pemerhatian pada upaya-upaya sinergis dan berkesinambungan terhadap upaya pemberdayaan lingkungan dan masyarakat.

Adapun, per 13 September 2018, kinerja produksi PT Pertamina EP Asset 4 telah mencapai 17.328 bph atau 123 % diatas target 14.032 bph. Capaian produksi tersebut didapatkan dengan penyumbang terbesar dari Sukowati yaitu sebesar 9.365 bph.

(Baca: Produksi Pertamina EP Asset 4 Lampaui Target Akibat Lapangan Sukowati)

Selain sinergi antar fungsi, lanjut Agus, ada dua hal lainnya yang menjadi fokus Pertamina EP. Pertama, kehandalan fasilitas pendukung. Kedua, dukungan sosial dari masyarakat dan lingkungan sekitar wilayah operasi.

"Karena apabila secara potensi sumur ada, tapi fasilitas pendukung dan kondisi sosial masyarakat sekitar kurang siap, mustahil target tercapai," kata Agus.

Reporter: Anggita Rezki Amelia