Menteri Energi Peringatkan Mobil Listrik Cina Berpotensi Banjiri AS
Menteri Energi Amerika Serikat Jennifer Granholm memperingatkan bahwa Cina dapat membanjiri pasar mobil listrik AS dengan harga yang murah. Pernyataan ini menegaskan kekhawatiran yang sama dari Presiden Joe Biden beberapa pekan lalu.
"Kami sangat prihatin dengan Cina yang akan membanjiri industri kami di AS, bahkan ketika kami sedang membangun tulang punggung manufaktur yang luar biasa ini," kata Granholm dalam sebuah panel diskusi di acara Axios, seperti dikutip CNBC, Kamis (7/3).
Cina dianggap sebagai ancaman bagi industri otomotif AS karena ekspor kendaraan AS menurun dan perusahaan-perusahaan seperti General Motors memangkas operasi internasionalnya. "Kami melihat hal ini terjadi di industri tenaga surya... ada banjir (produk Cina) di pasar," kata Granholm.
Data Asosiasi Produsen Mobil Cina menunjukkan negara tersebut mengekspor hampir 5 juta kendaraan pada 2023. Cina menyalip Jepang sebagai negara eksportir mobil terbesar di dunia pada tahun lalu.
Dalam risetnya Desember lalu, Fitch Ratings menyebut produsen mobil listrik Cina juga telah merilis model-model baru dalam waktu singkat. Lembaga pemeringkat itu menilai prospek produsen mobil Cina tetap stabil meskipun persaingan semakin ketat.
"Cina berinvestasi dalam jumlah besar untuk tujuan besar sehingga kita perlu memahami bahwa penting bagi masyarakat untuk membeli mobil listrik dengan harga yang terjangkau, tetapi kita dapat melakukannya dan kita dapat menjaga negara kita tetap aman," kata Granholm.
Pada Februari, Gedung Putih mengatakan bahwa AS sedang menyelidiki apakah impor kendaraan dari Cina menimbulkan risiko keamanan nasional. Pasalnya, mereka dapat mengumpulkan data sensitif tentang warga negara dan infrastruktur AS, serta mengirimkannya ke Cina.
"Kebijakan Cina dapat membanjiri pasar kita dengan kendaraan-kendaraan mereka, sehingga menimbulkan risiko bagi keamanan nasional kita. Saya tidak akan membiarkan hal itu terjadi di bawah pengawasan saya," kata Presiden AS Joe Biden dalam sebuah pernyataan.
Insentif untuk Kendaraan Listrik Produksi Dalam Negeri
AS sedang berusaha untuk meningkatkan rantai pasokan kendaraan listrik dalam negeri melalui Undang-Undang Pengurangan Inflasi. UU tersebut memberikan kredit pajak untuk kendaraan yang menjalani perakitan akhir di Amerika Utara, memenuhi persyaratan mineral, dan komponen baterai yang penting.
Kendaraan listrik yang komponen baterainya dibuat atau dirakit oleh "entitas asing yang menjadi perhatian" seperti Cina, Iran, Korea Utara, dan Rusia tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan insentif pajak tersebut.
"Kami juga tahu jika (kendaraan listrik) dibuat di Amerika dan dengan insentif Undang-Undang Pengurangan Inflasi, kami dapat menurunkan titik-titik harga tersebut. Kami melihat peningkatan serapan kendaraan listrik hingga dua kali lipat tahun lalu dan diperkirakan akan terus meningkat," ujar Granholm.
AS telah meningkatkan tekanan pada perusahaan-perusahaan Cina dalam beberapa tahun terakhir. Pada Oktober 2022, AS memperkenalkan aturan yang bertujuan untuk membatasi kemampuan Tiongkok untuk mengakses, mendapatkan, atau memproduksi cip semikonduktor canggih di tengah kekhawatiran bahwa Tiongkok dapat menggunakannya untuk tujuan militer.
Tahun lalu, AS mengumumkan peraturan baru yang mencegah perancang cip AS, Nvidia, untuk menjual cip AI canggih ke Cina. Rabu (6/3) lalu, Senat AS memberikan suara untuk menyetujui RUU yang dapat membatasi bisnis dengan perusahaan bioteknologi Cina, seperti WuXi AppTec dan BGI karena masalah keamanan nasional.
