Sebagai salah satu lumbung tuna Indonesia dan Asia-Pasifik, Bitung menjadi incaran para penangkap ikan. Tak terkecuali orang-orang SAPI.
18
Pelabuhan perikanan samudera Bitung
Foto ke 1 dari 18
Berada di lintas jalur Samudera Pasifik, Laut Sulawesi, dan Teluk Tomini, lokasi Bitung memang terbilang strategis. Donang Wahyu|KATADATA

Bitung dikenal sebagai salah satu lumbung tuna Indonesia dan Asia-Pasifik. Dengan potensi ikan yang melimpah, perairan Bitung pun menjadi incaran para penangkap ikan, termasuk oleh kapal-kapal asing dan eks-asing, khususnya dari Vietnam dan Filipina.

Nilai ekspor tuna dari kawasan ini cukup signifikan. Pada 2010-2012, ekspor tuna asal Bitung menempati urutan ketiga di Indonesia, dengan kontribusi sebesar 14 persen. Posisi ini hanya lebih rendah dari DKI Jakarta (36 persen) dan Surabaya (37 persen).

Bitung tak bisa dilepaskan dari General Santos (Gensan) City di Filipina. Dua kota di ujung Sulawesi Utara dan selatan Filipina itu sejak lama diduga menjadi poros tempat berbiak dan keluar-masuknya para pencoleng ikan.

Tak sedikit nelayan asal Gensan mencari ikan di perairan Bitung yang hanya berjarak sekitar 518 kilometer. Mereka biasanya masuk menggunakan perahu-perahu pump boat. Banyak dari mereka yang akhirnya menetap selama puluhan tahun di Bitung.

Para nelayan yang tinggal dan menetap di Bitung ini merupakan orang-orang Sangir-Filipina (SAPI). Orang SAPI yang dimaksud adalah warga keturunan Filipina yang telah lama menetap di Sangir, kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Banyak dari mereka hingga kini menetap di kampung Filipin, di pinggiran kota Bitung.

Tak semua orang-orang SAPI akhirnya bisa memiliki KTP Indonesia dan leluasa melaut di perairan Bitung. Akibatnya, tak sedikit yang harus main petak umpet dengan petugas untuk menghindari penangkapan.

 

 

Donang Wahyu