Setelah beroperasi, PLTA Jatigede akan memasok listrik ke Gardu Induk (GI) Sunyaragi (Cirebon), GI Rancaekek (Bandung) dan GI Bandara Internasional Kertajati.
11
Proyek PLTA Jatigede
Foto ke 7 dari 11
Mata bor yang akan menghubungkan area Tailrace Tunnel dan area Power House sepanjang 1 kilometer di proyek PLTA Jatigede di Sumedang, Jawa Barat, Kamis (6/4). Arief Kamaludin|KATADATA

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tengah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede berkapasitas 2x55 Mega Watt (MW) di Sumedang, Jawa Barat. Pembangkit ini untuk meningkatkan rasio elektrifikasi, khususnya dari sumber energi baru dan terbarukan (EBT), sekaligus memasok listrik untuk bandara baru berkelas internasional di Jawa Barat.

PLTA ini dibangun di atas lahan seluas sekitar 141,5 hektare (ha) dengan memanfaatkan air dari Waduk Jatigede di Sungai Cimanuk. "Pembangunannya saat ini sudah mencapai 19,04 persen," kata Direktur Regional Jawa Bagian Tengah PLN Nasri Sebayang saat rombongan wartawan mengunjungi proyek tersebut, Kamis (6/4).

Alat berat terlihat melubangi perut bumi dan membuat terowongan untuk saluran air. Selain penggalian terowongan, para pekerja sibuk membangun powerhouse yang berfungsi menyimpan mesin turbin, terowongan bawah tanah, hingga pengurukan tanah dan berbagai pengerjaan lainnya.

Seluruh pengerjaan konstruksi proyek ini ditargetkan rampung tahun 2019. Setelah beroperasi, PLTA Jatigede akan memasok listrik ke Gardu Induk (GI) Sunyaragi (Cirebon), GI Rancaekek (Bandung) dan GI Bandara Internasional Kertajati.

Artikel Terkait
Tujuh pembangkit ini bisa mengaliri sekurangnya 350-400 ribu rumah tangga berdaya 900 Volt Ampere (VA).