Kecelakaan ini sekaligus mengungkap praktik pelanggaran prosedur yang jamak terjadi dalam dunia pelayaran, yaitu kelebihan muatan.

Pergantian tahun menjadi bencana bagi ratusan wisatawan yang berpelesir ke Kepulauan Seribu. Kapal motor yang membawa mereka menyeberang dari Muara Angke, Zahro Expres, terbakar sesaat setelah meninggalkan dermaga. Dari dalam bangkai kapal, sebanyak 23 jenasah penumpang ditemukan, sedangkan 17 lainnya hilang karena melompat meninggalkan kapal.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, A. Tonny Budiono, mengatakan, berdasarkan laporan saksi mata, kebakaran berawal dari percikan api di bagian mesin kapal. Dalam sekejap, percikan api membesar karena lokasinya dekat dengan bahan bakar. Menurut Tonny, Komite Nasional Keselamatan Transportasi tengah menyelidiki asal usul percikan tersebut.

Kecelakaan tersebut sekaligus mengungkap praktik pelanggaran prosedur yang jamak terjadi dalam dunia pelayaran, yaitu kelebihan muatan. Seperti dikutip Tempo.co, Surat Persetujuan Berlayar yang diterbitkan untuk Zahro hanya mengizinkan 100 penumpang. Namun, ketika meninggalkan dermaga, kapal tersebut membawa 184 orang, termasuk kru.

Widyanita
Artikel Terkait
Sejak 2013 sampai 2017, peningkatan pengguna KRL commuter line telah meningkat dua kali lipat menjadi 1,2 juta penumpang per hari.