Selain perubahan gaya hidup, penyebab ditinggalkannya mal konvensional adalah inovasi dan promosi yang minim.

Mal berkonsep konvensional di Jakarta mengalami penurunan penjualan. Penyebab utamanya, terjadi perubahan gaya hidup dan perilaku konsumen saat berbelanja. Kegiatan di mal tidak lagi sebatas jual beli tapi juga rekreasi harian.

(Baca: ITC Mulai Sepi, Deretan Mal Berkonsep Gaya Hidup Sedot Pengunjung)

Riset dari Sekuritas BCA menyebutkan pusat perbelanjaan yang telah lama berdiri seperti Metro Pasar Baru dan Taman Palem Mall mengalami penurunan transaksi terbesar pada Semester I 2017. Sementara itu, terjadi kenaikan transaksi pada mal-mal baru seperti Gandaria City dan Kota Kasablanka.

(Baca: Mal Berkonsep Lama Mulai Ditinggalkan Pengunjung)

Selain perubahan gaya hidup, penyebab ditinggalkannya mal konvensional adalah inovasi dan promosi yang minim. Hal ini kontras dengan mal baru yang menawarkan berbagai fasilitas seperti pusat kebugaran, tempat hiburan, maupun hotel.

Lesunya aktivitas jual beli di mal konvensional juga berdampak pada akan ditutupnya beberapa toserba. Matahari misalnya, akan menutup gerainya di Pasaraya Blok M dan Manggarai pada penghujung September 2017.

(Baca: Matahari Tutup Gerai di Pasaraya Manggarai & Blok M karena Mal Sepi)

 

Pepri Saputra
Artikel Terkait
Sebelumnya seluruh retribusi pasar masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sehingga, dana pengelolaan pasar menunggu anggaran dari daerah.