Tercatat, lebih dari 50 persen transaksi bulanan dilakukan melalui ponsel, komputer maupun anjungan tunai mandiri (ATM).

Perkembangan teknologi mengancam keberadaan karyawan bank. Diprediksi, dalam lima tahun ke depan 30 persen pegawai front office atau bagian yang menangani konsumen secara langsung akan digantikan robot dan mesin otomatis. Peningkatan kualitas layanan hingga efisiensi biaya operasional bank menjadi alasan utama diberlakukannya kebijakan ini. 

(Baca: Lapangan Kerja Perbankan Susut Karena Inovasi Teknologi)

Dalam laporan Citigroup yang dirilis pada Maret 2016, disebutkan bahwa pola interaksi antara bank dan nasabahnya telah berubah. Transaksi yang pada awalnya berfokus di kantor cabang bank, kini dapat dilakukan di mana saja berkat dukungan teknologi. Tercatat, lebih dari 50 persen transaksi bulanan dilakukan melalui ponsel, komputer maupun anjungan tunai mandiri (ATM).

 (Baca: OJK Siapkan Antisipasi 'Musnahnya' Pekerjaan di Bank)

Beberapa penyesuaian sudah dilakukan beberapa bank Indonesia. Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) akan melakukan pemangkasan dengan menawarkan berbagai opsi pengembangan karier hingga pensiun sukarela kepada karyawannya terhitung September 2017.  Sementara itu, Bank Danamon telah memecat 1.683 karyawan pada periode Desember 2016 hingga Juni 2017.

(Baca: Semester I 2017, Bank Danamon Pangkas 1.683 Karyawan)

Pepri Saputra
Artikel Terkait
"Minat masyarakat terhadap bank syariah memang terus meningkat, tetapi OJK akan terus mendorong industri mensosialisasikan (produknya)," kata Soekro