Strategi SBY Vs Jokowi Turunkan Kemiskinan

Oleh Fitria Nurhayati, 14 Agustus 2018

Per Maret 2018, angka kemiskinan Indonesia menyentuh angka 9,82%, persentase kimiskinan terendah sejak krisis 1998.

Strategi SBY Vs Jokowi Turunkan Kemiskinan
Unduh Infografik
Share

Angka kemiskinan cenderung menurun pasca-krisis 1998. Bahkan per Maret 2018, tingkat kemiskinan berhasil tembus di bawah 10 persen yang merupakan terendah dalam sejarah. Terlepas dari perdebatan metodologi penghitungannya, pemerintah telah mengupayakan sejumlah program populis untuk menurunkan angka kemiskinan, terutama pada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi).

Kedua pemerintahan pun bahkan mengeluarkan sejumlah program yang serupa, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) pada masa pemerintahan SBY dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BNPT) oleh pemerintahan Jokowi. Kedua program tersebut menyasar kelompok masyarakat miskin yang paling terkena dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kenaikan tarif dasar listrik (TDL).

Selain itu, anggaran bantuan sosial (Bansos) menjadi instrumen penting untuk menurunkan angka kemiskinan. Di masing-masing pemerintahan, anggaran bansos cenderung meningkat tiap tahun. Pada 2018, pemerintah menaikkan dana bansos Rp 22,9 triliun menjadi Rp 78,2 triliun. Kendati alokasi ini masih lebih rendah dibandingkan periode SBY yang mengalokasikan Rp 97,9 triliun pada 2014.