Buah Tangan Jokowi dari Korea Selatan

Oleh Fitria Nurhayati, 14 September 2018

Nilai kesepakatan bisnis dari lawatan Presiden Joko Widodo ke Korea Selatan mencapai US$ 6,2 miliar.

BUAH TANGAN JOKOWI DARI KOREA SELATAN
Unduh Infografik
Share

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan lawatan ke Korea Selatan pada Rabu (10/9) lalu. Pada kesempatan tersebut, Jokowi bertemu dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in serta jajaran direksi dari Lotte Group, POSCO, Hyundai, dan CJ Group.

Pertemuan dengan para direksi perusahaan asal Negeri Ginseng menghasilkan 15 nota kesepahaman dan 6 komitmen investasi. Nilai kesepakatan bisnisnya mencapai US$ 6,2 miliar atau sekitar Rp 91 triliun (kurs Rp 14.700).

Nota kesepahaman terdiri dari pengembangan dan pembangunan proyek baru yang terbagi dalam tiga sektor. Pertama, pembangkit listrik berupa tenaga uap dan tenaga air dengan jumlah investasi US$ 4,8 miliar. Kedua, bidang industri seperti kosmetik, bahan kimia, dan pabrik diesel dengan investasi sebesar US$ 405 juta. Ketiga, bidang properti dengan nilai investasi sebesar US$ 520 juta.

Dalam nota kesepahaman disepakati pula kerja sama strategis dalam teknologi Intelligent Transportation System, ekosistem start-up, dan teknologi permesinan. Sementara untuk komitmen investasi meliputi industri kabel listrik, alas kaki, tekstil, manufaktur boiler dan turbin, serta modal ventura. Nilai investasinya mencapai US$ 466 juta.

Menurut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang turut serta dalam lawatan Presiden, para direksi perusahaan dari Korea Selatan mengapresiasi kemudahan investasi di Indonesia. Mereka juga menjanjikan keterlibatan orang lokal dalam kegiatan usahanya.