Hanya sekitar lima persen analis dan pengacara yang ikut program pengampunan pajak. Yang paling patuh mengikuti program ini adalah konsultan pajak, sekitar 42 persen.

Ditjen Pajak memetakan sembilan profesi yang dianggap memiliki penghasilan tinggi dan potensial mengikuti program amnesti pajak. Profesi itu mulai dari notaris, dokter, konsultan pajak, pengacara, analis, akuntan, penilai, gubernur dan wakil gubernur, hingga komisaris dan direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Artikel Terkait
"Sepanjang uangnya sudah ada di perbankan kita, itu pasti diputar oleh banknya. Jadi tidak ada masalah uang itu tidak produktif," kata Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah.