Final Piala AFF 2016, Indonesia Bertekad Akhiri Tradisi Runner-Up

Pada laga pamungkas di tahun 2000, 2002, 2004, dan 2010 Indonesia harus puas menjadi runner-up.
Image title
Oleh Widyanita
14 Desember 2016, 15:47

Indonesia akan melakoni babak final Piala AFF melawan Thailand pada 14 dan 19 Desember. Ini menjadi partai puncak kelima bagi Indonesia selama penyelenggaraan turnamen sepakbola tertinggi di Asia Tenggara tersebut. Pada laga pamungkas di tahun 2000, 2002, 2004, dan 2010 Indonesia harus puas menjadi runner-up.

(Databoks: 4 Kali Jadi Runner Up AFF, Indonesia Akan Hadapi Final Ke-5)

Berbekal kemenangan 4-3 dari Vietnam di babak semifinal, Indonesia memastikan tiket ke final. Sementara Thailand melenggang mulus setelah menundukkan Myanmar dengan skor agregat 6-0. Berstatus sebagai juara bertahan dan memiliki susunan pemain yang dianggap lebih baik, Thailand menjadi favorit juara.

(Databoks: Umur Tim Indonesia di Piala AFF Lebih Muda Dari Thailand)

Pertemuan Indonesia dan Thailand di partai final ini bukan yang pertama. Kedua tim sudah bertemu di partai puncak edisi 2000 dan 2002. Namun, dua babak pamungkas itu berakhir dengan kemenangan bagi Thailand. Tahun ini, Indonesia juga telah bejumpa dengan Thailand dalam laga pembuka 19 November lalu. Lagi-lagi tim arahan Kiatisuk Senamuang itu menundukkan Indonesia dengan skor 4-2.

(Databoks: Produktivitas Gol Tim Indonesia Kalah dengan Thailand)

Pelatih Indonesia, Alfred Riedl, yang dilansir dari Goal.com menegaskan bahwa pencapaian tim Merah-Putih yang telah menyingkirkan Vietnam pada semifinal pantas diperhitungkan. Vietnam sendiri merupakan salah satu ungulan di turnamen sepakbola tertinggi di Asia Tenggara ini. Selain itu Indonesia juga menjadi satu-satunya tim yang berhasil membobol gawang Thailand selama AFF Cup 2016.

(Databoks: Masuk Final AFF, Indonesia Berpeluang Raih Rp 2,7 Miliar)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.