Galaxy Note 7 Disetop, Saham Apple Naik

Pangsa pasar yang ditinggal Note 7 menjadi ributan para kompetitor Samsung.
Image title
Oleh Widyanita
14 Oktober 2016, 10:54

Samsung memutuskan untuk menghentikan produksi dan penjualan Galaxy Note 7 setelah kasus ledakan baterai yang dikeluhkan penggunanya. Penghentian ini menimbulkan kerugian bagi perusahaan asal Korea Selatan itu dan membuka persaingan di antara produsen ponsel pintar.

(Baca: Insiden di Pesawat, Samsung Akhirnya Setop Produksi Note 7)

Pangsa pasar yang ditinggal Note 7 menjadi ributan para kompetitor Samsung, terutama Apple dan Google. Pixel, produk pertama keluaran Google yang segera dirilis, dianggap bisa menjadi alternatif bagi “mantan” pengguna Samsung yang mencari ponsel pintar dengan sistem operasi Android.

(Baca: Samsung Galaxy Note 7 Bermasalah, Apple dan Google Raih Peluang)

Adapun Apple sebenarnya memiliki pangsa pasar berbeda untuk ponsel pintar dengan harga di atas US$ 700 per unit. Dilansir dari dailymail.uk, analis S&P Anggelo Zino menyatakan bahwa insiden Note 7 telah menaikkan penjualan Apple sebesar satu persen. “Kenaikan pangsa pasar Apple diperoleh dari pengguna Android kelas atas yang selama ini setia dengan Samsung”, kata Anggelo.

(Databoks: Penjualan Ponsel Pintar, Samsung vs Apple Inc)

    News Alert

    Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

    Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.