Dari Mana Dana Kereta Cepat?

Skema kerjasama business to business tanpa melibatkan APBN menjadi keunggulan Cina untuk garap proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.
Adek Media Roza
9 Februari 2016, 17:37

KATADATA - Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang akan memiliki kereta peluru. Kereta dengan kecepatan hingga 250 kilometer per jam, yang menghubungkan Jakarta-Bandung, itu akan dibiayai oleh pemerintah Cina dan konsorsium empat BUMN. Faktor pembiayaan yang tidak melibatkan APBN ini menjadi alasan Jokowi mempercayakan proyek tersebut ke Cina.

Presiden Jokowi optimistis keberadaan kereta cepat yang dibangun dengan dana US $ 5,573 miliar atau setara dengan Rp 77 triliun (kurs Rp 13.800/US $) itu akan berdampak pada pengembangan wilayah yang dilalui. Ada empat perhentian yang dibangun, yaitu di Halim, Karawang, Walini, dan Tegal Luar (Bandung). Keempat daerah dengan kekhasan berbeda itu akan menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi baru yang akan menyerap tenaga kerja.

Toh, pembangunan kereta cepat tak sepenuhnya berjalan mulus. Sejumlah kritik terhadap proyek ini antara lain menyebutkan bahwa akses yang tersedia untuk menghubungkan Jakarta dan Bandung sudah cukup, sehingga lebih baik membangun akses di wilayah lain. Selain itu, analisis dampak lingkungan proyek ini dianggap tidak memadai sehingga memicu kecurigaan bahwa proyek ini sangat dipaksakan.

Reporter: Widyanita, Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.