Harga Minyak Rontok, Dana Daerah Anjlok

Turunnya harga minyak membuat dana bagi hasil (DBH) yang harus ditransfer ke daerah turun drastis. Beberapa daerah bahkan ada yang harus kehilangan pendapatan hingga 98 persen.
Adek Media Roza
4 Februari 2016, 13:36

KATADATA - Penurunan harga minyak dunia sejak pertengahan 2014 membuat penerimaan daerah penghasil migas di Indonesia susut. Rincian dana bagi hasil (DBH) dari Kementerian Keuangan mencatat total transfer ke daerah pada 2015 menurun lebih dari 50 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kecilnya penerimaan daerah disebabkan pemerintah menurunkan asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) 2015 dari US$ 105 per barel menjadi $ 70 per barel. Realiasi di akhir tahun bahkan hanya $ 49 per barel. Menurunnya dana transfer juga dipengaruhi oleh merosotnya produksi lapangan migas di Indonesia yang rata-rata 28 persen. 

Bagi pemerintah daerah, menyusutnya transfer DBH merupakan kabar buruk karena dana tersebut merupakan tulang punggung anggaran. Akibatnya, sejumlah daerah mengalami defisit anggaran, penundaan proyek-proyek pembangunan, hingga kesulitan membayar gaji pegawai.

Reporter: Agus Dwi Darmawan
    News Alert

    Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

    Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.