Rame-rame Kembalikan Blok Migas

Sebagai dampak pengetatan anggaran, sembilan kontraktor minyak dan gas melepas kepemilikan blok migasnya di Indonesia.
Leafy Anjangi
5 Februari 2016, 15:13

KATADATA - Pemangkasan anggaran memaksa perusahaan minyak dan gas untuk mengembalikan sejumlah blok migas ke pemerintah. Umumnya, blok yang dikembalikan masih memerlukan eksplorasi panjang dan prospek komersialisasinya kurang menjanjikan. Dengan begitu, perusahaan bisa memfokuskan kegiatan eksplorasi di blok yang telah berproduksi.

Harga minyak dunia yang turun menjadi penyebab perusahaan migas memangkas anggaran. Dengan pendapatan yang berkurang drastis, perusahaan mengevaluasi investasi eksplorasi yang akan dilakukan. Pasalnya, sejumlah blok migas baru yang dilelang pemerintah lima tahun terakhir kebanyakan berlokasi di laut dalam kawasan Indonesia Timur. Eksplorasi blok migas tersebut membutuhkan biaya yang lebih mahal.

Kalaupun eksplorasi dilanjutkan, ada sejumlah risiko yang harus diambil, antara lain: cadangan minyak yang ditemukan tidak sesuai perhitungan atau bahkan sama sekali tidak ada dan kemungkinan membengkaknya biaya eksplorasi karena kendala yang dihadapi lebih sulit dari perkiraan awal. Kalaupun cadangan minyak bisa ditemukan, biaya produksi akan jauh lebih mahal dari harga jual minyak.

Perusahaan yang memenangkan lelang blok migas mendapatkan waktu maksimal sepuluh tahun masa eksplorasi, yang dibagi dalam dua periode. Periode pertama untuk komitmen awal selama enam tahun, dan bisa diperpanjang lagi selama empat tahun. Pengembalian blok migas dapat dilakukan setelah perusahaan memenuhi komitmen investasi. Apabila komitmen tidak dipenuhi, ada sanksi yang dijatuhkan SKK Migas kepada kontraktor.

Reporter: Leafy Anjangi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.