Harga Anjlok, Investasi Migas Rontok

Penurunan harga minyak yang mencapai 70 persen dalam tempo satu setengah tahun, berdampak pada pendapatan perusahaan migas. Serentak, perusahaan migas pun memotong anggaran belanja untuk tahun ini.
Leafy Anjangi
25 Januari 2016, 14:45

KATADATA - Perusahaan minyak dan gas global ramai-ramai memotong belanja 2016. Pemangkasan tersebut akan berdampak pada merosotnya nilai investasi sektor ini menjadi US$ 522 miliar, turun 12,3 persen dibanding tahun sebelumnya. Angka investasi tersebut merupakan yang terendah dalam enam tahun terakhir. Riset  Wood Mackenzie menyebutkan, Inpex Corporation merupakan perusahaan yang memotong anggaran terbesar, hingga 65 persen.

Pemangkasan investasi dan belanja operasional merupakan dampak dari terpurukya harga minyak, yang sempat menyentuh US$ 28 per barel pada pekan lalu. Dua lembaga keuangan internasional, Morgan Stanley dan Standard Chartered, memprediksi harga minyak untuk tahun ini masih akan mengalami penurunan, yakni hingga menyentuh level US$ 20 dan US$ 10 per barel.

Perusahaan migas pun mengevaluasi kembali berbagai kegiatanya untuk menekan biaya. Wood Mackenzie menyebutkan pos anggaran yang banyak mengalami pemotongan adalah biaya kegiatan dengan perusahaan kontraktor dan kegiatan eksplorasi terutama yang membutuhkan biaya besar seperti ekplorasi di laut dalam.

Reporter: Leafy Anjangi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.