Masa Suram Negeri Petrodolar

Sejumlah negara yang mengandalkan pendapatan ekspor dari minyak diproyeksikan akan memasuki masa resesi ekonomi.
Leafy Anjangi
15 Januari 2016, 18:33

KATADATA - Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan ekonomi negara-negara petrodolar memasuki masa suram tahun ini akibat harga minyak yang terjun bebas. Penerimaan yang berkurang secara signifikan dari ekspor minyak membuat pemerintah kalang kabut mengatur fiskal dan anggaran, bahkan berdampak pada terjadinya krisis ekonomi.

Anggaran pendapatan dan belanja negara-negara kaya minyak itu mengalami defisit akibat harga minyak jauh di bawah level titik impas fiskal harga minyak (fiscal breakeven price/FBP). Sejumlah kebijakan yang tidak populer pun terpaksa diambil, mulai dari pencabutan subsidi, penerbitan obligasi untuk membayar utang luar negeri, hingga menahan gaji pegawai negeri.

Tren penurunan terjadi sejak Juni 2014, ketika harga minyak mencapai titik tertinggi di tahun itu (US$ 115 per barel). Dengan harga minyak terkini US$ 30 per barel, maka terjadi penurunan 74 persen dalam kurun satu setengah tahun. Harga minyak Arab Saudi yang siap dikapalkan ke wilayah Asia bahkan sudah berada di level US$ 26 per barel.

Reporter: Leafy Anjangi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.