Mengintip Pesona Kawah Candradimuka Dataran Tinggi Dieng

Kawah Candradimuka merupakan salah satu destinasi wisata alam di Banjarnegara, Jawa Tengah. Kawah Candradimuka juga memiliki paronara alam yang tidak kalah menarik di Dataran Tinggi Dieng.
Image title
Oleh Tifani
22 September 2022, 11:17
Kawah Candradimuka
Dok. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara
Ilustrasi, Kawah Candradimuka

Kawah Candradimuka merupakan salah satu destinasi wisata alam di Banjarnegara, Jawa Tengah. Keberadaan kawah ini memang tidak sepopuler Kawah Sikidang maupun Sileri Dieng. Namun kawah ini juga memiliki panorama alam yang tidak kalah menarik di Dataran Tinggi Dieng.

Bagi masyarakat sekitarnya, arti dari nama Candradimuka diambil dari dua kata, yaitu 'candra' yang berarti bulan dan 'muka' yang berarti wajah. Karena itu Candradimuka diibaratkan melihat bulan hanya satu di depannya saja tanpa melihat bulan di bagian belakang.

Salah satu yang menjadi daya tarik Kawah Candradimuka, adalah air kawah yang kerap berubah-rubah warnanya. Kawah ini terkadang berwarna biru, selanjutnya berubah menjadi abu-abu, hingga kadang-kadang juga berwarna putih. Panorama di sekeliling kawah juga tak kalah menakjubkan berupa tebing-tebing tinggi.

Pesona Wisata Kawah Candradimuka

Para wisatawan dapat menyaksikan dari dekat lubang kawah. Kemudian, bagi yang ingin melakukan kegiatan menantang, dapat mencoba trekking menuju lubang kawah yang cukup menguji adrenalin dengan bebatuan besar.

Advertisement

Banyak wisatawan yang melakukan perjalanan di jalur trekking menuju Kawah Candradimuka, yang cukup menantang melalui batu-batuan besar. Namun, jika ingin menyaksikan keindahan hamparan perbukitan hijau memesona, para wisatawan hanya perlu naik ke atas tebing.

Para wisatawan juga dapat berkunjung ke sumber air panas di dekat kawah. Ada tiga sumber mata air yang dianggap oleh sebagian orang mempunyai beragam khasiat. Hal ini membuat banyak wisatawan mengambil air di tempat tersebut untuk obat segala penyakit.

Fasilitas yang ada di Kawah Candradimuka tergolong masih minim, namun cukup membantu wisatawan. Fasilitasnya ada area parkir, toilet, dan musala. Jika ingin mencari makanan, terdapat warung kuliner yang terletak di sekitar destinasi wisata.

Warung ini menyediakan camilan, makanan berat, hingga minuman. Untuk menikmati keindahan Kawah Candradimuka para wisatawan cukup merogoh kocek sebesar Rp 5.000 per orangnya.

Selain menjadi salah satu rekomendasi destinasi wisata alam di Banjarnegara, Kawah Candradimuka terkenal akan cerita legenda sosok Gatotkaca. Kawah Candradimuka ini terbilang baru dijadikan sebagai kawasan wisata. Walau begitu banyak pengunjung yang tertarik ke tempat ini karena cerita legenda tersebut.

Mengutip buku berjudul "The Drakness of Gatotkaca", konon kawah ini merupakan tempat lahir dan menimba kekuatan Gatotkaca, putra salah satu Pandawa, yaitu Bima.

Kisah di Balik Kawah Candradimuka, Tempat Gatotkaca Mendapat Kesaktian

Dalam epos Mahabharata, Gatotkaca dilahirkan dalam wujud raksasa. Kemudian sosok yang memiliki nama asli Tetuka ini, diasuh di Kahyangan oleh Dewa Narada, yang saat itu sedang digempur oleh Patih Sekipu dari Kerajaan Trabelasuket.

Patih tersebut diutus rajanya, Kalapracona untuk melamar bidadari yang bernama Batari Supraba. Tetuka kemudian dihadapkan sebagai lawan, namun semakin dihajar dirinya malah semakin kuat. Merasa malu Sekipu kemudian mengembalikan Tetuka kepada Narada untuk dibesarkan saat itu juga. Kemudian oleh Narada, Tetuka yang masih bayi dibawa ke Kawah Candradimuka yang sangat panas.

Para dewa kemudian melemparkan berbagai senjata pusaka ke dalam kawah, Beberapa saat kemudian, Tetuka muncul ke permukaan sebagai seorang lelaki dewasa. Segala jenis pusaka para dewa telah melebur dan bersatu ke dalam dirinya.

Tubuh Gatotkaca dicelupkan ke dalam kawah untuk menghilangkan sisi jahat yang ada di dirinya (sifat raksasa). Panasnya air di Kawah Candradimuka pun membuat Gatotkaca menjadi gagah perkasa, memiliki otot kawat dan tulang besi.

Ini merupakan sebuah kawah yang dinamakan sesuai dengan nama tempat penyucian Gatotkaca. Dinamakan seperti ini, karena suhu air di kawah ini bisa mencapai lebih dari 100 derajat celcius (0C).

Di area Kawah Candradimuka tersebut siapa saja yang berkunjung dapat melihat kepundan dari jarak paling dekat bibir kawah. Kawah yang terbentuk dari retakan tanah ini selalu mengeluarkan gas belerang yang cukup pekat namun relatif aman.

Selain terdapat kawah, di sisi kanan Kawah Candradimuka juga terdapat sumber air Adem Semar. Airnya begitu jernih dan segar. Air ini sering dimanfaatkan para pengunjung untuk menghilangkan dahaga setelah perjalanan jauh.

Sumber mata air alami ini juga dipercaya berkhasiat memberikan efek awet muda. Karena itu banyak pengunjung yang tidak hanya ingin datang ke kawasan kawah, namun juga mencicipi kesegaran air alami tersebut.

Editor: agung
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait