Sejarah Pemilu di Indonesia, dari Awal Kemunculan hingga Saat Ini

Destiara Anggita Putri
15 Juni 2023, 14:37
Sejarah Pemilu di Indonesia
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi, Pemilu.

Pemilu atau Pemilihan Umum merupakan salah satu metode memilih orang yang akan mengisi jabatan-jabatan politik tertentu, untuk menjadi wkail rakyat di berbagai tingkat pemerintahan hingga daerah.

Di Indonesia, Pemilu dilaksanakan pertama kali pada 1955. Sementata Pemilu terakhir diselenggarakan pada 2019. Pada tahun 2024 mendatang, Pemilu akan kembali dilaksanakan.

Lantas seperti apa sejarah Pemilu di Indonesia? Berikut dibawah ini ulasan mengenai urutan sejarah Pemilu di Indonesia:

Sejarah Pemilu di Indonesia

Dilansir dari website resmi KPU (Komisi Pemilihan Umum),  Berikut ini urutan sejarah pelaksanaan Pemilu di Indonesia dari awal sampai sekarang.

Surat Suara Tambahan
Sejarah Pemilu di Indonesia (ANTARA FOTO/JOJON)

1. Pemilu 1955 (Masa Parlementer)

Pada 1955, Indonesia menyelenggarakan pemilu untuk pertama kalinya. Pemilu 1955 dilaksanakan di masa Demokrasi Parlementer pada Kabinet Burhanuddin Harahap.

Adapun pemungutan suaranya dilakukan 2 kali, yaitu untuk memilih anggota DPR pada 29 September 1955 dan untuk memilih anggota Dewan Konstituante pada 25 Desember 1955.

Pelaksanaan Pemilu 1955 menggunakan sistem pemilu proporsional. Pada masa Pemilu 1955 ini, Indonesia dipimpin oleh Soekarno sebagai Presiden dan Mohammad Hatta selaku Wakil Presiden.

Partai politik yang menjadi peserta Pemilu 1955 sebanyak 15 parpol, meliputi PNI, IPKI, PRN, GPPS, PIR Hazairin, Masyumi, NU, PSII, Perti, PPTI, PKI, Acoma, PSI, Parkindo, dan Partai Katolik. Hasilnya, PNI tampil sebagai pemenang, diikuti oleh Masyumi, NU, dan PKI

Pada 5 Juli 1959 Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden. UUD 1945 dinyatakan sebagai Dasar Negara. Konstituante dan DPR hasil Pemilu dibubarkan diganti dengan DPR-GR. Kabinet diganti dengan Kabinet Gotong Royong. Ketua DPR, MPR, BPK dan MA diangkat sebagai pembantu Soekarno dengan jabatan menteri.

2. Pemilu 1971 

Berdasarkan TAP MPRS Nomor IX Tahun 1966, Pemilu kedua direncanakan berlangsung paling lambat pada 1968. Namun dengan berbagai pertimbangan, termasuk situasi keamanan,  pemilu baru bisa digelar pada 5 Juli 1971.

Partai politik yang kala itu ikut serta berjumlah 9 parpol, di antaranya NU, Parmusi, PSII, Partai Kristen Indonesia, PERTI, Partai Katholik, PNI, Golkar, IPKI, dan Partai Murba. Hasilnya, Golkar memperoleh suara paling banyak dengan persentase sebanyak 62, 80 persen. 

3. Pemilu 1977-1997 

Sejak 1977 hingga menjelang runtuhnya Orde Baru, Pemilu diikuti oleh 3 peserta, yakni Partai Demokrasi Indonesia (PDI), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Golongan Karya (Golkar). Berkurangnya parpol peserta ini disebabkan karena kebijakan pemerintah Orde Baru yang menghendaki adanya fusi atau penggabungan dari sejumlah parpol-parpol yang ada saat itu.

PDI merupakan gabungan dari PNI, Parkindo, Partai Katolik, IPKI, dan Partai Murba. PPP hadir sebagai peleburan dari NU, Parmusi, Perti, serta PSII. Sementara Golkar merupakan tempat berhimpunnya beberapa organisasi kekaryaan.

Sejak 1977 hingga 1997 atau selama masa berkuasanya rezim Orde Baru, pemilu selalu dimenangkan oleh Golkar yang memang disokong oleh pemerintah. Soeharto pun selalu terpilih sebagai presiden.

Berikut ini hasil Pemilu dari 1977 hingga 1997:

  • Pemilu 1977 (22 Mei 1977): Golkar (62,11 persen), PDI (8,60 persen), PPP (29,29 persen)
  • Pemilu 1982 (4 Mei 1982): Golkar (64,34 persen), PDI (7,88 persen), PPP (27,78 persen)
  • Pemilu 1987 (23 April 1987): Golkar (73,16 persen), PDI (10,89 persen), PPP (15,97 persen
  • Pemilu 1992 (9 Juni 1992): Golkar (68,1 persen), PDI (14,9 persen), PPP (17,0 persen)
  • Pemilu 1997 (29 Mei 1997): Golkar (74,54 persen), PDI (3,07 persen), PPP (22,43 persen)

4. Pemilu 1999 

Berakhirnya rezim Orde Baru pada tahun 1998 membuat situasi pemilu berikutnya berubah drastis. Parpol-parpol baru bermunculan. Bahkan, Pemilu 1999 yang digelar pada 7 Juni diikuti oleh 48 parpol, termasuk PDIP, Golkar, PPP, PKB, PAN, PBB, Partai Keadilan, PDKB, PNU, Partai Persatuan, dan masih banyak lagi.

Hasilnya, PDIP -yang merupakan wujud baru dari PDI di bawah pimpinan Megawati Soekarnoputri- tampil sebagai pemenang. Berikutnya ada Golkar, PKB, PPP, PAN, PBB, hingga Partai Keadilan. 

Pilkades Serentak
Sejarah Pemilu di Indonesia (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)

5. Pemilu 2004 

Di Pemilu 2004, sistem proporsional terbuka mulai diterapkan meskipun belum sepenuhnya. Pemilu 2004 diikuti oleh 24 partai politik, dan untuk pertama kalinya, rakyat memilih presiden-wakil presiden secara langsung.

Digelar pada 5 April 2004 untuk putaran pertama dan tanggal 20 September 2004 untuk putaran kedua, ada 6 pasang capres-cawapres yang bersaing di Pemilu 2004, yakni: Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Marwah Daud Ibrahim (diusung PKB)

  • Amien Rais dan Siswono Yudo Husodo (diusung PAN)
  • Hamzah Haz dan Agum Gumelar (diusung PPP)
  • Megawati Soekarnoputri dan Hasyim Muzadi (diusung PDIP)
  • Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla (diusung Partai Demokrat, PBB, serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia)
  • Wiranto dan Salahuddin Wahid (diusung Partai Golkar)

Pemilu 2004 dimenangkan oleh pasangan SBY dan Jusuf Kalla (JK) setelah mengalahkan pasangan Megawati-Hasyim di putaran kedua. SBY pun menjadi Presiden RI dengan JK sebagai wapresnya.

6. Pemilu 2009

Pemilu 2009 merupakan pemilu ketiga pada masa reformasi dan pertama yang diselenggarakan secara serentak se-Indonesia. 

Pemilu digelar pada tanggal 9 April 2009 untuk memilih DPR, DPD, dan DPRD (DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota) se-Indonesia periode 2009-2014. Sedangkan untuk memilih presiden dan wakil presiden untuk masa bakti 2009-2014 diselenggarakan pada tanggal 8 Juli 2009 (satu putaran).

Partai politik yang menjadi peserta Pemilu 2009 adalah 44 parpol dengan rincian 38 parpol nasional dan sisanya parpol lokal aceh.

Berdasarkan hasil Pilpres 2009, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2009-2014.

7. Pemilu 2014

Seperti Pemilu 2009, Pemilu 2014 dilaksanakan secara serempak dua kali untuk Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden.

Pemilu anggota DPR, DPD dan DPRD (Pemilu Legislatif) diselenggarakan pada 9 April 2014 (dalam negeri) dan 30 Maret-6 April 2014 (luar negeri). Sementara pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden diselenggarakan pada tanggal 9 Juli 2014. 

Diikuti oleh 12 parpol, ada 2 capres-cawapres yang bersaing sengit yaitu Joko Widodo- Jusuf Kalla (Jokowi-JK) yang diusung PDIP, PKB, dan NasDem, serta Prabowo Subianto-Hatta Rajasa (Prabowo-Hatta) yang diusung Gerindra, Golkar, PAN, PKS, PPP, dan PBB.

Berdasarkan hasil Pilpres tersebut, Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla terpilih dan ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2014-2019.

8. Pemilu 2019

Pemilu 2019 dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019 yang terdiri dari Pileg (Pemilihan Legislatif) dan Pilpres (Pemilihan Presiden).

Joko Widodo maju lagi dan kali ini menggandeng KH Ma'ruf Amin sebagai cawapres. Di kubu seberang, Prabowo Subianto kembali menantang dan kali ini bersama Sandiaga Uno selaku cawapres.

Hasil Pemilu 2019 ini dimenangkan oleh pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI untuk tahun periode 2019-2024.

9. Pemilu 2024

Pilpres 2024 adalah pemilihan umum yang akan menjadi pemilihan presiden langsung kelima dalam sejarah Pemilu di Indonesia. Menurut Peraturan KPU (PKPU) terkait penyelenggaraan Pemilu 2024 akan digelar secara serentak pada tanggal 14 Februari 2024 mendatang.

Editor: Agung

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...