Tes Massal 45.227 Orang di Jakarta, Hasilnya 3,5% Positif Covid-19

Banyaknya orang positif terinfeksi Covid-19 menjadi pertanda penularan masih tinggi dan penduduk Jakarta tidak serius menjalankan imbauan pemerintah.
Image title
16 April 2020, 21:13
Ilustrasi, tenaga kesehatan melakukan tes cepat atau rapid test. Hingga Kamis (16/4), Pemprov DKI Jakarta telah melakukan rapid test terhadap 45.227 orang, dengan temuan 1.603 orang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.
ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/pras.
Ilustrasi, tenaga kesehatan melakukan tes cepat atau rapid test. Hingga Kamis (16/4), Pemprov DKI Jakarta telah melakukan rapid test terhadap 45.227 orang, dengan temuan 1.603 orang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

Hingga Kamis (16/4), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan tes cepat atau rapid test terhadap 45.227 orang di seluruh wilayah Jakarta. Hasilnya, 3,54% atau sebanyak 1.603 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona atau Covid-19.

Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat (Askesra) DKI Jakarta Catur Laswanto menjelaskan, temuan ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintah dan sangat memprihatinkan.

Pasalnya, tingkat penularan pandemi Covid-19 tercatat masih sangat tinggi, yang berarti masyarakat masih belum melakukan anjuran-anjuran pemerintah untuk memutus rantai penularan dengan serius.

"Terkait dengan rapid test di Jakarta hingga hari ini sebanyak total 45.227 orang, dari hasil itu kami sampaikan 1.603 positif atau sebesar 3,5% sedangkan 43.624 orang dinyatakan negatif," kata Catur, Kamis (16/4).

Hingga saat ini, di DKI Jakarta terdapat jumlah orang yang positif terinfeksi sebanyak 2.647, pasien sembuh sebanyak 202 dan yang meninggal 248 orang.  Sementara, orang dalam pengawasan (ODP) tercatat sebanyak 3.010 orang, di mana 2.426 telah selesai diawasi dan sebanyak 584 orang telah selesai dipantau.

"Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 2.465 dan 1.298 selesai dirawat, sisanya sebanyak 1.167 masih dalam perawatan," ujarnya.

(Baca: Anies Baswedan: RS Jakarta Tidak Dirancang Menerima Ledakan Pasien)

Lebih lanjut, Catur mendesak masyarakat untuk membantu pemerintah dalam menekan angka penularan dan korban pandemi ini. Caranya, dengan tidak keluar rumah jika tak perlu, selalu menggunakan masker dan menjaga jarak aman dengan orang lain.

Untuk mengantisipasi adanya ledakan jumlah pasien Covid-19, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendesak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk segera meningkatkan fasilitas kesehatan yang ada di Ibu Kota.

Pasalnya, saat ini jumlah pasien positif terinfeksi virus corona terus bertambah dan kapasitas rumah sakit tidak dirancang dalam situasi terjadinya ledakan jumlah pasien.

Anies mengatakan, pandemi Covid-19 telah menyebabkan terjadinya krisis ekonomi yang mengancam keadaan sosial seluruh masyarakat. Sehingga harus diantisipasi dengan sangat serius.

“Pada saat ini kenyataannya jumlah kasus meningkat sehingga kita harus bersiap untuk kondisi yang lebih menantang dari saat ini,” ujarnya dalam rapat bersama Timwas Penanggulangan Covid-19 DPR, Kamis (16/4).

(Baca: Kasus Corona Bertambah, Anies Siapkan Tempat Isolasi di Tiap Kelurahan)

Reporter: Tri Kurnia Yunianto
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait