Anies Minta Warga yang Belum Terdaftar Bantuan PSBB Lapor Kelurahan

Saat ini Pemprov DKI baru memegang data yang dikumpulkan PKK, yakni sebanyak 1,2 juta KK dan kemungkinan jumlah penerima bantuan PSBB akan makin banyak,
Image title
Oleh Tri Kurnia Yunianto
9 April 2020, 22:40
Ilustrasi, pembagian bantuan sembako bagi warga yang membutuhkan. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, bagi warga yang membutuhkan bansos, namun belum terdaftar untuk segera melapor di Kelurahan setempat.
ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/nz
Ilustrasi, pembagian bantuan sembako bagi warga yang membutuhkan. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, bagi warga yang membutuhkan bansos, namun belum terdaftar untuk segera melapor di Kelurahan setempat.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Guna memperluas bantuan kepada warga saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meminta warga yang belum terdaftar sebagai penerima bantuan segera melapor.

Gubernur DKI Jakarta mengungkapkan, bantuan yang tengah dipersiapkan merupakan kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, sehingga dapat disalurkan pada semua warga yang berhak mendapatkan.

Ia mengatakan, saat ini Pemprov DKI Jakarta menggunakan data yang dihimpun oleh Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Meski diklaim data tersebut valid, namun jumlah penerima bantuan kemungkinan besar masih akan bertambah.

"Kalau ada yang belum terdaftar bisa mendaftar ke Kelurahan setempat. Datanya bisa bertambah dan kami yakin ini akurat sekali karena dari ibu-ibu PKK," kata Anies pada diskusi virtual di salah satu media online swasta di Jakarta, Kamis (9/4).

Menurutnya, saat ini bantuan yang tengah disiapkan diperuntukkan bagi 1,2 juta warga yang datanya telah dihimpun oleh PKK, melalui sensus setiap 10 hingga 20 rumah atau Kepala Keluarga (KK). Salah satu indikator sensus, yakni total pendapatan dan pengeluaran setiap bulan, untuk disesuaikan dengan bantuan yang diterima.

Nantinya, ditargetkan bantuan akan meluas ke Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek), ketika status yang sama telah diterapkan. Pasalnya, bantuan tersebut merupakan kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta, Kementerian terkait dan Pemerintah Pusat.

(Baca: Jokowi Bekali Warga Hadapi Corona dengan Bansos dari Banyak Lembaga)

"Jadi bantuan akan diberikan bukan hanya untuk warga Jakarta tapi warga Jabodetabek karena bukan hanya dari Pemprov DKI Jakarta tapi juga dari Kementerian terkait," kata Anies.

Sebelumnya, bantuan yang dijanjikan Anies telah didistribusikan oleh Dinas Sosial DKI Jakarta, aparat TNI dan Polri pada pukul 16.00 WIB, yang disiarkan secara langsung di akun Youtube Pemprov DKI Jakarta. Wilayah yang pertama kali mendapatkan bantuan adalah, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara.

Dipilihnya Kelurahan Penjaringan sebagai wilayah pertama penerima bantuan sosial dilakukan mempertimbangkan jumlah penduduk. Sementara itu, bantuan wilayah lainnya akan diberikan secara bertahap.

Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Irmansyah menjelaskan, bantuan yang disalurkan berupa berupa paket komoditas bahan pangan pokok, masker kain dan sabun. Paket disiapkan oleh Perumda Pasar Jaya, dengan pengemasan yang rapat untuk menjaga agar barang tetap higienis.

"Tahap pertama dilakukan mulai 9-18 April 2020 dengan target penerima 1,2 juta KK masyarakat kurang mampu dan rentan yang terdampak Covid-19. Periode selanjutnya akan dilaksanakan 19-23 April 2020, bagi masyarakat miskin dan rentan yang belum terdaftar," kata Irmansyah dilansir dari beritajakarta.id, Kamis (9/4).

(Baca: Jokowi Bagikan 400 Paket Sembako ke Pengemudi Ojol di Pinggir Jalan)

Reporter: Tri Kurnia Yunianto

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait