Tambah Kas dan Perpanjang Utang, Lippo Karawaci Siap Hadapi Corona

Lippo Karawaci telah melakukan serangkaian aksi korporasi sebelum pandemi virus corona, yang membuat posisi keuangan perusahaan cukup kuat hadapi pandemi.
Image title
30 Maret 2020, 15:50
Ilustrasi, logo Lippo Group. PT Lippo Karawaci Tbk menyatakan, percaya diri menghadapi situasi sulit di tengah pandemi corona, karena telah melakukan serangkaian aksi korporasi yang mampu memperkuat posisi keuangan.
Donang Wahyu | Katadata
Ilustrasi, logo Lippo Group. PT Lippo Karawaci Tbk menyatakan, percaya diri menghadapi situasi sulit di tengah pandemi corona, karena telah melakukan serangkaian aksi korporasi yang mampu memperkuat posisi keuangan.

PT Lippo Karawaci Tbk mengumumkan, telah berhasil menerapkan beberapa langkah memperkuat posisi keuangan di tengah pandemi corona.

Dalam siaran pers, Senin (30/3), Lippo Karawaci menyatakan, telah mengambil beberapa tindakan efektif yang diperlukan untuk menghadapi ketidakpastian pasar, yang senantiasa berubah akibat pandemi virus corona

Sebelum pandemi virus corona, Lippo Karawaci sudah melakukan beberapa aksi korporasi, untuk mengamankan kondisi perusahaan. Pertama, peluncuran Waterfront Estates oleh anak usahanya, PT Lippo Cikarang Tbk. Secara total, perusahaan menjual lebih dari 304 rumah senilai Rp 262,6 miliar.

Kedua, divestasi saham First REIT sebesar Rp 322 miliar pada kuartal I 2020. Secara total, aksi divestasi yang dimulai sejak Juni 2019 ini membuat Lippo Karawaci mengantongi dana segar sebesar Rp 851,7 miliar.

Advertisement

Ketiga, melakukan strategi lindung nilai atau hedging di awal kuartal I 2020, ketika nilai tukar rupiah berada di level Rp 13.700 per dolar AS. "Kami menghasilkan sekitar US$60 juta dengan memindahkan hedging kami dari Rp 15.000 ke Rp 17.500 untuk nilai pokok obligasi kami," ujar Head of Investor Relations Lippo Karawaci, dalam siaran pers, Senin (30/3).

(Baca: Deretan Mal di Jakarta yang Tutup karena Corona: PI, MKG, hingga Senci)

Keempat, melakukan pembiayaan kembali atas obligasi yang jatuh tempo 2022 senilai US$ 425 juta. Atas aksi korporasi ini, Lippo Karawaci tidak memiliki utang besar yang jatuh tempo pada tahun 2022, melainkan hanya utang jatuh tempo yang terbatas sampai dengan 2025.

Kelima, mengamankan pinjaman modal kerja senilai Rp700 miliar dengan bank lokal besar pada bulan Maret 2020. Pinjaman ini akan menyediakan likuiditas tambahan bagi perusahaan, jika diperlukan.

Selain lima aksi korporasi tersebut, Lippo Karawaci juga telah melakukan sejumlah inisiatif penghematan biaya, yang dipercaya akan menurunkan biaya operasional pada tahun 2020. Inisiatif penghematan yang dijalankan juga akan menargetkan pengurangan lebih lanjut dalam hal biaya operasional, belanja modal dan modal kerja.

“Selama tiga bulan terakhir, kami telah secara proaktif mengambil langkah-langkah untuk memperkuat fleksibilitas keuangan kami dan hal ini nantinya akan membantu kami menavigasikan diri secara efektif untuk melalui suatu situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Chief Executive Officer (CEO) Lippor Karawaci John Riady, dalam siaran pers, Senin (30/3).

(Baca: Tarif Muatan Naik, Pendapatan Pelita Samudra Shipping Terkerek 19%)

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait