Didukung Bill Gates, Peneliti Australia Kembangkan Vaksinasi Corona

Patch yang dikembangkan oleh Vaxxas diklaim lebih efektif memasukan vaksin ke dalam tubuh, ketimbang metode konvensional menggunakan jarum suntik.
Cindy Mutia Annur
20 Maret 2020, 13:17
Ilustrasi, vaksin virus corona. Beberapa negara melakukan penelitian untuk mengembangkan vaksin antivirus corona (Covid-19).
123RF.com/Lightfieldstudios
Ilustrasi, vaksin virus corona. Beberapa negara melakukan penelitian untuk mengembangkan vaksin antivirus corona (Covid-19).

Para peneliti dari Queensland, Australia dilaporkan telah mengembangkan metode vaksinasi untuk vaksin virus corona, dengan dukungan yayasan pendiri Microsot Corporation, Bill Gates.

Dikutip dari 7News.com.au, Kamis (19/3), perusahaan pengembang vaksin asal Brisbane, Vaxxas, mengembangkan metode vaksinasi yang diklaim lebih efektif daripada metode jarum suntik.

Metode yang dikembangkan Vaxxas adalah, dengan menekan tambalan yang mengandung 3.000 jarum mikro pada kulit selama 10 detik.

Melalui metode ini, Vaxxas mengklaim vaksin bisa masuk ke dalam sel-sel kekebalan tepat di bawah permukaan kulit. Para peneliti Vaxxas menyebut, penggunaan metode ini tidak memberikan rasa sakit, sensasinya digambarkan seperti dijentikkan karet gelang.

Advertisement

"Menerapkan vaksin pada kulit adalah cara yang sangat efisien untuk memberikan vaksinasi," ujar juru bicara Vaxxas Angus Forster, seperti dikutip dari 7News.com.au, Kamis (19/3).

Angus mengatakan bahwa selama studi klinis yang melibatkan 210 orang yang diberikan vaksin flu, peneliti menemukan respon kekebalan secara signifikan lebih tinggi setelah tujuh hari dibandingkan vaksin yang diberikan oleh jarum suntik.

(Baca: Beberapa Obat yang Diklaim Efektif Sembuhkan Pandemi Corona)

Ia menjelaskan, penelitian lebih lanjut menemukan bahwa vaksin tetap stabil selama satu tahun dalam suhu hingga 40 derajat, membuka kemungkinan pengiriman vaksinasi melalui pos, tanpa perlu mengunjungi dokter atau apoteker.

"Anda bisa membayangkan dalam situasi pandemi di masa depan, teknologi vaksin yang dapat dikirimkan ke rumah-rumah individu, di mana orang mungkin dikunci atau dikarantina," ujar Angus.

Angus menargetkan, vaksin "tempel" ini diharapkan akan tersedia di pasar dalam tiga hingga lima tahun, tergantung pada seberapa cepat peneliti dapat maju melalui studi klinis lebih lanjut.

Penelitian mengenai metode penyuntikan vaksin ini didanai melalui hibah dari yayasan milik Bill Gates, yakni Bill & Melinda Gates Foundation, sebesar US$ 7,5 juta.

Sebelumnya, Bill Gates mengatakan bahwa suntikan virus corona dapat ditemukan dalam waktu 18 bulan, dengan asumsi proses penelitian berjalan dengan baik. Ia mengaku optimistis, karena kini para ilmuwan tengah berlomba untuk mengembangkan vaksin virus corona

“(Apabila sudah ditemukan), vaksin pertama yang kami dapatkan akan diberikan kepada petugas kesehatan dan pekerja kritis,” ujar Bill Gates seperti dikutip dari Business Insider, Rabu (18/3) lalu.

Bill & Melinda Gates Foundation merupakan salah satu pendukung koalisi inovasi untuk kesiapsiagaan epidemi atau Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI), sebuah kelompok yang menyediakan dana bagi para ilmuwan yang mengembangkan vaksin untuk penyakit infeksi.

(Baca: Gandeng Swasta, Pemerintah AS Uji Coba Vaksin Virus Corona)

Reporter: Cindy Mutia Annur
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait