Kartu Pra Kerja Resmi Diluncurkan, Pendaftaran Mulai April 2020

Selama dua minggu pemerintah akan melakukan sosialisasi, kemudiancalon peserta kartu pra kerja bisa mulai mendaftar awal April 2020
Image title
20 Maret 2020, 10:46
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) bersama Gubernur BI Perry Warjiyo (kiri) dan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso memberikan keterangan pers sesuai bertemu dengan Presiden Joko Widodo terkait penanganan dampak virus corona terhadap sek
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) bersama Gubernur BI Perry Warjiyo (kiri) dan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso memberikan keterangan pers sesuai bertemu dengan Presiden Joko Widodo terkait penanganan dampak virus corona terhadap sektor ekonomi Indonesia di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2020).

Pemerintah telah resmi meluncurkan tahap awal program kartu pra-kerja, pendaftaran peserta program ini akan dimulai awal April 2020.

"Tahap awal kami melakukan sosialisasi ke masyarakat, kemudian dua minggu dari sekarang, pendaftaran dibuka dan peserta bisa memilih pelatihannya," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam Konferensi Pers Peluncuran Tahap Awal Kartu Pra Kerja, Jumat (20/3).

Ia menerangkan, pelatihan peserta kartu pra-kerja dapat dilakukan melalui daring (online), maupun tatap muka (offline). Selain itu, ada juga pilihan program pelatihan three in one (3-in-1), yaitu pelatihan, sertifikasi dan penempatan yang tepat untuk pencari kerja.

Pada tahap awal, pelatihan secara offline disediakan untuk empat wilayah yang terdampak dari pandemi virus corona, yaitu Kepulauan Riau, Bali, Sulawesi Utara, dan Surabaya. Sedangkan, pelatihan secara online bisa dilakukan secara nasional.

Airlangga mencatat, dari sekitar 7 juta penduduk Indonesia yang menganggur, ada 3,7 juta yang berusia 18-24 tahun. Pengangguran muda tersebut sebanyak 64% tinggal di perkotaan serta 78% berpendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) ke atas.

"Masalah terbesar yakni sekitar 90% dari mereka tidak pernah mengikuti pelatihan bersertifikasi," ujar dia.

(Baca: Pemerintah Akan Beri Upah Selama Enam Bulan Bagi Korban PHK)

Oleh karena itu, kartu pra-kerja akan diprioritaskan untuk pencari kerja muda. Adapun, syarat pendaftaran kartu pra kerja ialah, untuk warga negara Indonesia (WNI) berusia 18 tahun ke atas yang tidak sedang sekolah atau kuliah.

Ia mengatakan, kartu pra-kerja dialokasikan bagi dua juta orang, dengan masing-masing peserta mendapatkan fasilitas yang bervariasi, yakni sekitar Rp 3 juta-7 juta per orang untuk sekali seumur hidup.

Pemerintah nantinya akan membayarkan biaya pelatihan tersebut langsung kepada lembaga pelatihan melalui platform digital.

Platform digital yang digandeng sama antara lain, Tokopedia, Bukalapak, Skill Academy by Ruangguru, MauBelajarApa, HarukaEdu, PijarMahir, Sekolah.mu dan Sisnaker. Selain itu, pemerintah juga menggandeng mitra pembiayaan, yakni PT Bank Negara Indonesia Tbk, LinkAja, dan OVO.

Informasi terkini mengenai kartu pra kerja sudah dapat diakses di situs resminya, www.prakerja.go.id, mulai Jumat 20 Maret 2020.

Tahun ini, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 10 triliun, untuk membiayai pelatihan kerja maupun uang saku bagi para peserta sebesar Rp 650 ribu per orang.

(Baca: Kartu Prakerja, Strategi Kurangi Pengangguran)

Reporter: Rizky Alika

Video Pilihan

Artikel Terkait