PGE Lahendong Bakal Mengebor Satu Sumur Baru Kuartal II 2020

Pengeboran sumur baru dimaksudkan untuk mengembangkan PLTP Lahendong Unit 7 dan Unit 8, demi menjaga pasokan listrik wilayah Sulawesi Utara.
Image title
13 Maret 2020, 16:55
Ilustrasi, aktivitas PLTP Pertamina Geothermal Energy
ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
Ilustrasi, aktivitas PLTP Pertamina Geothermal Energy

PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Lahendong, Sulawesi Utara menyatakan, akan melakukan pengeboran satu sumur baru pada akhir kuartal II 2020.

Pengeboran sumur baru ini dilakukan PGE Lahendong sebagai bagian dari pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong Unit 7 dan 8, sehingga mampu menjaga ketersediaan pasokan di wilayah Sulawesi Utara.

Manager Planning & Engineering PGE Lahendong Apriyansyah Toni menjelaskan, sebanyak 20% sistem kelistrikan Sulawesi Utara dan Gorontalo berasal dari PLTP Lahendong. Secara keseluruhan PGE mempunyai enam unit PLTP, dengan Unit 1 hingga Unit 4 memproduksi uap dan dioperasikan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan kapasitas 80 Mega Watt (MW).

Sementara, Unit 5 dan Unit 6 dioperasikan sendiri oleh perusahaan, dengan total kapasitas produksi 40 MW, yang disalurkan ke PLN. Saat ini, PGE Lahendong tengah mempersiapkan pembangunan di cluster A sebagai wilayah pengembangan untuk memulai pengeboran di sumur baru, untuk unit 7 dan 8.

"Kami akan lakukan pengeboran satu sumur terlebih dahulu, setelah itu satu sumur akan kami lakukan evaluasi," ujar Apriyansyah saat ditemui di Sulawesi Utara, Jumat (13/3).

(Baca: Cadangan Terbesar Dunia, Pertamina Genjot Pengembangan Panas Bumi)

Evaluasi menurutnya, sangat penting dilakukan guna mengetahui besaran temperatur fluida yang didapatkan. Dengan begitu, perusahaan juga bakal mengetahui berapa potensi kapasitas listrik yang dapat dikembangkan.

Untuk kegiatan pengeboran sumur baru, PGE Lahendong menganggarkan dana investasi sebesar US$ 7 juta. Sedangkan, untuk pembangunan fasilitas dan infrastruktur di cluster A, PGE Lahendong memerlukan dana kurang lebih US$ 22,5 miliar.

Sementara, Kepala Subdit Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi, Direktorat Panas Bumi, Ditjen EBTKE, Kementerian ESDM Budi Herdiyanto menyampaikan, pemerintah telah mengetahui rencana pengembangan tersebut. Oleh karena itu, pemerintah bakal mendukung penuh apa yang akan direncanakan PGE Lahendong.

"Dukungan dari pemerintah dalam bentuk memfasilitasi bagaimana bernegosiasi dengan PLN terkait harga jualnya dan untuk perizinan, diantaranya terkait dengan pembebasan lahan, kemudian impor barang," ujar Budi.

(Baca: Pertamina Geothermal Akan Investasi Pengeboran Panas Bumi Rp 1,54 T)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Video Pilihan

Artikel Terkait