Cemas Pandemi Covid-19, Trump Batasi Masuknya Pelancong dari Eropa

Presiden AS Donald Trump mengumumkan aturan pembatasan perjalanan dari Eropa ke AS untuk menangkal penyebaran Covid-19.
Image title
Oleh Agung Jatmiko
12 Maret 2020, 13:40
Presiden Amerika Serikat Donald Trump
ANTARA FOTO/REUTERS/Leah Milli
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kebijakan pembatasan perjalanan masuk ke AS dari Eropa, yang berlaku selama 30 hari.

Kebijakan ini akan diterapkan secara efektif pada Jumat, 13 Maret 2020 dan berlaku untuk seluruh negara Eropa, kecuali Inggris.

Pembatasan ini juga tidak berlaku untuk penduduk AS dan anggota keluarga langsung dari warga AS yang menetap di Eropa. Menteri Keamanan Dalam Negeri, Chad Wolf mengungkapkan, warga AS yang tiba dari Eropa akan melakukan perjalanan melalui bandara tertentu, di mana mereka dapat menjalani skrining untuk mendeteksi Covid-19.

Kebijakan pembatasan perjalanan ini diambil oleh Trump demi mencegah penyebaran coronavirus (Covid-19) di AS dari Eropa. Ia menilai Uni Eropa telah gagal mencegah penyebaran Covid-19 saat masih dalam fase awal, karena tak mau membatasi perjalanan dari China ke Eropa.

Kebijakan pembatasan perjalanan dari Eropa ini sebelumnya telah didahului oleh kebijakan yang diambil Menteri Keamanan Dalam Negeri Chad Wolf, yakni menangguhkan masuknya sebagian besar warga negara asing yang telah berada di salah satu dari 26 negara Eropa dalam dua minggu sebelumnya.

Kebijakan pembatasan perjalanan dari Eropa dikatakan Trump, hanya berlaku bagi orang bukan barang. Oleh karena itu, ia meyakinkan publik bahwa kegiatan perdagangan tidak akan terpengaruh oleh pembatasan perjalanan dari Eropa.

(Baca: Virus Corona Jadi Pandemi Global, Wall Street Jatuh ke Zona Bearish)

Saat ini, perusahaan dan para pejabat publik AS tengah mengambil tindakan yang cukup drastis untuk menangani penyebaran Covid-19. The National Basketball Association (NBA) misalnya, menunda permainan hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Selain itu, banyak perusahaan menginstruksikan para karyawannya untuk bekerja dari rumah dan pemerintah negara bagian di AS membatasi pertemuan-pertemuan besar.

Dari segi ekonomi, efek Covid-19 membuat indeks S&P ditutup 19% dari level tertinggi bulan Februari 2020, dengan setidaknya tiap sektor mencatatkan penurunan 3,9% pada penutupan perdagangan Rabu (11/3). Namun, Trump meyakinkan bahwa saat ini bukan krisis keuangan.

"Ini bukan krisis keuangan, hanya momen sementara waktu yang akan kita atasi sebagai bangsa dan dunia," ujar Trump dalam jumpa pers di Gedung Putih.

World Health Organization (WHO) sebelumnya sudah menyatakan Covid-19 menjadi pandemi dan mendesak pemerintah di seluruh dunia meningkatkan upaya penahanan karena kasus sudah mencapai 123.000, dengan tingkat kematian melebihi 4.500.

Covid-19 diketahui menyebar sangat cepat di Eropa, dengan tingkat kematian di Italia melonjak 31%, dalam satu hari, menjadi 827 pada hari Rabu (11/3).

(Baca: Virus Corona Meluas, WHO Tetapkan sebagai Pandemi Global)

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait