Tiga Kapal TNI-AL Bantu Angkut 3.000 Pemudik di Balikpapan

Hampir tidak diberangkatkannya 3.000 orang karena para pemudik tersebut langsung datang ke pelabuhan, tidak melakukan pemesanan terlebih dahulu.
Image title
Oleh Fariha Sulmaihati
3 Juni 2019, 21:50
Kemenhub, kapal laut, pemudik, mudik lebaran 2019
ANTARA FOTO/MUHAMAD HAMZAH
Ilustrasi, kepadatan arus mudik lewat jalur laut terlihat pada sejumlah penumpang yang naik ke kapal yang akan berangkat dari Pelabuhan Pantoloan di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu malam (26/5/2019).

Mudik Lebaran 2019 di Balikpapan, Kalimantan Timur hampir saja berakhir tidak menyenangkan. Pasalnya, ada sekitar 3.000 pemudik yang tidak terangkut kapal laut di Balikpapan, lantaran kapal laut yang tersedia sudah melebihi kapasitas.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di Gedung Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Senin (3/6). Ia menjelaskan, tidak terangkutnya 3.000 orang ini disebabkan karena para pemudik tersebut langsung mendatangi pelabuhan, sebelum memesan tiket terlebih dahulu.

Alhasil, prediksi jumlah pemudik yang menggunakan kapal laut akhirnya meleset, karena ada 3.000 orang yang berasal dari wilayah perkebunan di Kalimantan, tidak melakukan pemesanan, melainkan langsung datang ke pelabuhan.

Untuk mengatasinya masalah ini, Kemenhub segera melakukan koordinasi secara intensif dengan berbagai pihak, agar bisa mendapatkan kapal di dekat perairan Kalimantan. Akhirnya, setelah berusaha, didapatilah tiga kapal yang tersedia saat itu, yakni kapal milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL).

"Saya mengucapkan terimakasih kepada TNI AL yang memberikan tiga kapal tambahan dan kerja sama dengan CSR BUMN," kata Budi.

(Baca: H-4, 156.418 Pemudik Menyeberangi Selat Sunda dengan Lancar)

Menurutnya, kejadian seperti ini kerap terjadi pada moda transportasi kapal laut. Beberapa hari lalu kejadian serupa juga terjadi di daerah Papua, sehingga pemudik terkadang harus menunggu kapal  dua sampai tiga hari.

Untuk mengantisipasi agar tidak terulang kejadian yang sama, Budi mengimbau kapal-kapal yang berada di perairan dekat Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk bergeser ke daerah Kalimantan dan Sulawesi atau ke daerah yang pelabuhannya terjadi lonjakan penumpang.

"Pelabuhan itu termasuk Batam yang signifikan sekali jumlahnya bisa teratasi. Makanya saya menyisir berbagai pelabuhan lewat video teleconference," kata dia.

Sementara itu, untuk penyebrangan di Kalianget-Kangean, Madura. Kemenhub menambah lima kapal laut agar pemudik bisa segera diangkut dengan rentang waktu yang tidak lama.

Adapun Kemhub mencatat penurunan pemudik pengguna sejumlah moda transportasi H-3 dan H-2 Lebaran 2019. Hal ini diketahui berdasarkan pantauan arus mudik Posko Angkutan Lebaran Kementerian Perhubungan di sejumlah lokasi seperti di jalan non-tol, terminal dan pelabuhan.

(Baca: Hari Ini Arus Mudik Lebaran Mulai Menurun)

Reporter: Fariha Sulmaihati

Video Pilihan

Artikel Terkait