Jokowi Ajak Seluruh Masyarakat Mendoakan Almarhumah Ani Yudhoyono

Jokowi menyebut bahwa semasa hidupnya Ani Yudhoyono adalah tokoh yang senantiasa memberi inspirasi.
Image title
1 Juni 2019, 16:44
Jokowi, Ani Yudhoyono, SBY
Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo, didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Menteri Sekretariat Negara Pratikno, menyampaikan pidato duka cita atas meninggalnya Ani Yudhoyono, Istri Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya Ibu Kristiani Herrawati Yudhoyono atau yang akrab disapa Ani Yudhoyono, istri dari Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pernyataan itu disampaikan Presiden di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/6) dengan didampingi oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Dalam keterangan resminya, Jokowi mengungkapkan, bahwa dirinya atas nama pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya Ani Yudhoyono, pada usia 67 tahun.

Jokowi kemudian mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendoakan almarhumah agar mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan memberikan dukungan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Advertisement

"Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama berdoa bagi almarhumah. Semoga diterima dan diberikan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT, husnul khatimah, dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan dan kesabaran," ujarnya.

Sebelumnya, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Jokowi menyebut bahwa semasa hidupnya Ani Yudhoyono adalah tokoh yang senantiasa memberi inspirasi.

"Almarhumah adalah seorang tokoh yang senantiasa memberi inspirasi dan teladan sebagai istri dan Ibu Negara yang setia mendampingi Bapak Susilo Bambang Yudhoyono semasa menjadi presiden, sebagai ibu dari anak-anaknya, dan sebagai putri seorang prajurit," tulis Presiden Jokowi.

(Baca: Ani Yudhoyono Meninggal Dunia Setelah Menjalani Perawatan Intensif)

Ibu Negara 2004-2014 Ani Yudhoyono meninggal dunia pada hari Sabtu (1/6) pukul 11.5o waktu Singapura, setelah empat bulan berjuang melawan penyakit kanker darah atau leukimea.

Selama menjalani perawatan untuk leukimea, Ani Yudhoyono secara ketat mulai menjalani kemoterapi serta transfusi darah di ruang isolasi. Selama perawatan itu pula, SBY turut mendampinginya.

Kondisi Ani Yudhoyono sebelumnya sempat membaik, bahkan diperbolehkan untuk keluar berjalan-jalan di taman rumah sakit bersama SBY, seperti terlihat pada foto yang ia unggah di akun Instagramnya, @aniyudhoyono dua pekan lalu.

Namun, tak lama kemudian kondisi beliau terus menurun hingga akhirnya masuk kondisi kritis pada Sabtu (1/6) pagi dan sempat mendapatkan perawatan intensif di Intensive Care Unit National University Hospital (NUH), Singapura.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait