Ani Yudhoyono Meninggal Dunia Setelah Menjalani Perawatan Intensif

Setelah empat bulan menjalani perawatan intensif, kondisi Ani Yudhoyono sempat kritis dan terus menurun sejak 30 Mei 2019.
Image title
Oleh Agung Jatmiko
1 Juni 2019, 12:35
Ani Yudhoyono, Ani Yudhoyono meninggal dunia, SBY
Ibu Ani Yudhoyono dirawat di Rumah Sakit Universitas Nasional Singapura, ditemani cucu, kedua anaknya, dan menantunya. Sabtu (1/6) Ani Yudhoyono meninggal dunia setelah menjalani perawatan untuk leukimea sejak Februari 2019

Ibu Negara Republik Indonesia 2004-2014 Hj. Kristiani Herrawati atau yang akrab disapa Ani Yudhoyono meninggal dunia kala menjalani perawatan di National University Hospital (NUH), Singapura.

Kabar duka ini disampaikan oleh Wakil Sekertaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief. "Innalillahi wainnailaihi rojiun, bu Ani telah meninggal dunia pada 11.50 waktu Singapura," ungkap Andi, di Twitter, Sabtu (1/6).

Mengutip Antara, kabar meninggalnya Ani Yudhoyono ini juga diungkapkan oleh Staf Pribadi Presiden RI ke-6, Ossy. Ia membenarkan kabar yang menyatakan Ani Yudhoyono, meninggal dunia dalam perawatan di NUH, Singapura.

Istri Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut meninggal dunia setelah empat bulan menjalani perawatan penyakit kanker darah atau leukimea di NUH sejak 2 Februari 2019. Kabar sakitnya Ani Yudhoyono ini disampaikan oleh SBY 13 Februari 2019 lalu.

Selama menjalani perawatan untuk leukimea, Ani Yudhoyono secara ketat mulai menjalani kemoterapi serta transfusi darah di ruang isolasi. Selama perawatan itu pula, SBY turut mendampinginya.

(Baca: Tim Dokter NUH Singapura Tangani Kondisi Ani Yudhoyono yang Menurun)

Kondisinya sempat membaik, bahkan diperbolehkan untuk keluar berjalan-jalan di taman rumah sakit bersama SBY, seperti terlihat pada foto yang ia unggah di akun Instagramnya, @aniyudhoyono dua pekan lalu.

Namun, kondisi yang sempat membaik tersebut tak bertahan lama. Kamis (30/5) lalu, Ani Yudhoyono kembali masuk Intensive Care Unit (ICU) NUH karena mengalami demam tinggi. Sejak itu, kondisi Ani Yudhoyono tak kunjung membaik hingga mengalami kondisi kritis pada hari Sabtu (1/6) pagi dan terus mendapatkan perawatan intensif dari tim dokter NUH.

Andi Mallarangeng yang datang membesuk menyebut, kondisi Ani Yudhoyono selama menjalani perawatan terus naik turun, walaupun sempat menunjukkan tanda-tanda membaik. "Pagi hari ini Ibu Ani masih di ICU dan ditangani tim dokter dari Singapura dan kepresidenan," kata Andi Mallarangeng seperti dikutip dari Antara, Sabu (1/6) pagi.

Ani Yudhoyono sempat menuliskan curhatan di akun instagramnya, terkait sakit yang dideritanya serta masih menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019 pada 14 April 2019 lalu.

"Menderita sakit, pasti pernah dialami oleh setiap orang, termasuk saya. Wajar saja.. Namun ketika dokter di Singapura menyatakan saya terkena Blood Cancer, rasanya seperti palu godam menimpa saya. Kaget, tak menyangka sama sekali. Rasanya tak ada riwayat dalam keluarga yang pernah terkena penyakit itu. Setelah hati saya, Bapak dan keluarga bisa mulai meresapi dan menerimanya, sadarlah saya bahwa Allah Yang Maha Kuasa akan menguji siapa saja hambanya yang dikehendaki. Kali ini saya yang dipilih. Alhamdulillah, baik dokter Singapura maupun Indonesia, berusaha memberikan yang terbaik untuk saya," ungkap Ani Yudhoyono di akun Instagramnya, 17 Februari 2019 lalu.

Video Pilihan

Artikel Terkait