Korban Banjir Jakarta, Sebanyak 2.942 Warga Harus Mengungsi

BPBD DKI Jakarta catat sejumlah titik-titik banjir dan telah mengirimkan bantuan logistik kepada pengungsi banjir Ciliwung.
Image title
27 April 2019, 12:31
BPBD DKI Jakarta, banjir jakarta
ANTARA FOTO/Atika Fauziyyah
Seorang anak melintasi banjir sedalam 1,5 meter di Kelurahan Pajetan Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (5/2).

Sebanyak 2.942 warga harus mengungsi akibat banjir yang menggenangi permukiman di sejumlah wilayah di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan, karena meluapnya Sungai Ciliwung pada Jumat (26/4).

Mengutip Antara, berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta (BPBD DKI Jakarta), melalui Pusat Data dan Informasi Kebencanaan hingga Jumat, ada 16 titik yang menjadi lokasi pengungsian bagi warga Jakarta Timur (14 titik) dan Jakarta Selatan (2 titik).

BPBD DKI Jakarta juga menginformasikan daerah terdampak banjir terdiri dari 18 titik, yakni 4 titik di wilayah Jakarta Selatan dan 14 titik di wilayah Jakarta Timur.

Untuk membantu 2.942 warga yang harus mengungsi, Dinas Sosial Provinsi dan Suku Dinas (Sudin) Sosial Jakarta Selatan dan Jakarta Timur telah mengirimkan bantuan logistik, makanan siap saji, dan mendirikan tenda pengungsi serta dapur umum untuk pengungsi.

Mengutip Berita Jakarta, Jumat (26/4), Kepala Sudin Sosial Jakarta Timur Purwono mengatakan, bantuan makanan siap saji yang disalurkan sebanyak 3.475 boks. Bantuan tersebut disalurkan ke Kelurahan Cililitan, Balekambang, Bidara Cina dan Kampung Melayu masing-masing sebanyak 500 nasi kotak serta 800 nasi kotak di Cawang dan 675 nasi kotak di Kebon Manggis.

Sementara, BPBD mengirimkan bantuan logistik untuk pengungsi berupa air mineral, biskuit, family kit dan matras, sedangkan Dinas Kesehatan mengirimkan bantuan obat-obatan dan mendirikan Posko Kesehatan. Dinas Lingkungan hidup mengirimkan bantuan mobil toilet untuk kebutuhan sanitasi pengungsi.

Evakuasi warga terdampak dilaksanakan oleh BPBD, Dinas Gulkarmat, Dinas Kesehatan, Dinas Kehutanan, Basarnas, PMI, petugas dari Unsur kelurahan, Satpol PP, PPSU, Babinsa, dan masyarakat. Sebagai pendukung, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) membantu proses pemadaman aliran listrik di wilayah yang terdampak banjir dan Dinas Perhubungan (Dishub) membantu mengatur lalu lintas di beberapa ruas jalan yang terdampak banjir.

(Baca: BNPB: 477 Bencana Alam Terjadi Sejak Januari 2019)

Terkait upaya penanganan banjir, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui BPBD DKI Jakarta, telah melakukan penilaian kondisi dan melakukan koordinasi dengan kelurahan terdampak, serta memberikan peringatan dini kepada masyarakat yang berada di bantaran Sungai Ciliwung melalui SMS Blast saat Bendung Katulampa dan Pintu Air Depok mengalami kenaikan status Siaga menjadi Siaga 1.

BPBD juga berkoordinasi dengan SKPD terkait, seperti Dinas Sumber Daya Air melalui satgas SDA Kecamatan melakukan penanganan banjir di lokasi dengan penyedotan menggunakan pompa serta melakukan pembersihan tali-tali air dibantu oleh PPSU Kelurahan.

Dinas Sumber Daya Air juga menyiapkan sebanyak 133 unit pompa mobile dan 465 unit pompa stasioner yang tersebar di 164 lokasi. Sedangkan Dinas Lingkungan Hidup melakukan pengangkutan sampah-sampah akibat banjir.

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait