Timses Sebut Suara untuk Jokowi Makin Tinggi pada Pilpres 2019

Erick Thohir sebut elektabilitas Jokowi semakin menanjak sejak 2014. Terbukti dari semakin lebarnya selisih suara antara Jokowi dengan Prabowo.
Dimas Jarot Bayu
18 April 2019, 20:05
Pilres 2019, Jokowi, Prabowo
ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY
Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo berpidato saat Konser Putih Bersatu di Stadion Utama GBK, Jakarta, Sabtu (13/4/2019). Konser itu merupakan kampanye akbar untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir membantah elektabilitas Jokowi stagnan sejak Pilpres 2014. Menurut Erick, rentang selisih perolehan suara Jokowi dengan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto semakin tinggi pada Pilpres 2019.

Merujuk hasil hitung cepat sementara berbagai lembaga survei, Erick menyebut elektabilitas Jokowi bersama Ma'ruf Amin saat ini sebesar 54,5%. Sementara, Prabowo-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019 memperoleh suara sebesar 45,5%.

Pada Pilpres 2014, Jokowi yang berdampingan dengan Jusuf Kalla memperoleh suara sebesar 53,15%. Sementara, elektabilitas Prabowo yang kala itu bersama Hatta Rajasa sebesar 46,85%.

(Baca: Berbekal Hasil Quick Count, Jokowi Sebut Elektabilitasnya 54,5%)

"Artinya, selisih elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dengan Prabowo-Sandiaga saat ini sebesar 9%, sementara 2014, selisihnya hanya sebesar 6,3%. Itu peningkatan yang luar biasa," kata Erick di Resto Plataran, Jakarta, Kamis (18/4).

Menurut Erick, masih ada potensi rentang selisih elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga mencapai 10%, mengingat data sampel yang masuk untuk hasil hitung cepat berbagai lembaga survei belum mencapai angka 100%.

Erick juga menyebut selisih kemenangan di atas 6% di banyak negara demokrasi merupakan sebuah prestasi. Erick menilai jarang ada kandidat politik di negara demokrasi lain yang selisih kemenangannya bisa mencapai di atas 6%. Terlebih, jika kontestasi tersebut hanya menghadirkan dua pasang calon seperti di Indonesia.

(Baca: Dampingi Deklarasi Kemenangan Versi Prabowo, Sandiaga Pilih Membisu)

Jika mengacu pada hasil sementara real count dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) boleh jadi pernyataan Erick mengenai semakin lebarnya rentang selisih suara antara Jokowi dan Prabowo benar adanya.

Pasalnya, berdasarkan hasil sementara real count KPU pukul 19.45, dari progress data yang masuk sebesar 0,81% atau perhitungan suara 6.649 TPS dari total 813.350 TPS, Jokowi-Ma'ruf berhasil meraih 57,49%. Sementara, pasangan Prabowo-Sandiaga meraih 42,51%. Artinya, ada selisih sebesar 14,98%.

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Video Pilihan

Artikel Terkait