Tambahan Kuota 10 Ribu Jamaah Haji Tunggu Pembahasan DPR

Anggaran untuk pengajuan tambahan kuota jamaah haji akan didiskusikan dengan DPR.
Michael Reily
18 April 2019, 14:53
jamaah haji, APBN
ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Jemaah calon haji asal Padang melambaikan tangan kepada keluarga mereka menjelang keberangkatan kloter pertama, di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, Sumatra Barat, Jumat (28/7). Embarkasi Haji Padang memberangkatkan 4.628 jemaah calon haji dari Sumbar, dan 1.641 orang dari Bengkulu yang terdiri atas 16 kelompok terbang (kloter).

Pemerintah berencana menambah kuota jamaah haji sebanyak 10 ribu orang untuk tahun keberangkatan 2019. Secara resmi, Indonesia juga telah menyampaikan permintaan tambahan jumlah calon jamaah haji kepada Arab Saudi.

Menteri Agama Lukman Hakim Saiffudin menyatakan anggaran tambahan kuota bakal ditanggung oleh Badan Pengelola Keuangan Haji serta anggaran Kementerian Agama. Nantinya, ada juga sumber dana dari alokasi Anggaran Penerimaan Belanja Negara (APBN). "Nilai pastinya akan kami rapatkan bersama Komisi VIII DPR, mudah-mudahan minggu depan," kata Lukman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/4).

Ia menjelaskan, tambahan anggaran merupakan pengaruh dari tambahan kuota untuk petugas, selain peserta jamaah haji. Sekitar 25 kloter baru membutuhkan jumlah tambahan petugas sekitar 125 orang.

(Baca: Sehari Usai Pemilu Jokowi Panggil Kabinet Bahas Investasi Arab Saudi)

Advertisement

Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2019 memiliki skema kuota 221 ribu jamaah, dengan 204 ribu reguler dan 17 ribu khusus. Rata-rata BPIH untuk jamaah haji reguler sebesar Rp 35,23 juta, setara US$ 2.481. Alhasil, perhitungan rata-rata itu membuat tambahan anggaran menjadi sekitar Rp 350 miliar. "Distribusinya akan proporsional, kami bagi seluruh provinsi dan prioritas utama bagi lansia," ujar Lukman.

Sebelumnya, kunjungan Presiden Joko Widodo ke Arab Saudi membahas penambahan 10 ribu kuota calon jamaah haji. Selain itu, ada juga potensi peningkatan investasi Arab Saudi di Indonesia.

Jokowi mengungkapkan Arab Saudi ingin menjadikan Indonesia sebagai hub industri petrokimia di Asia Tenggara. “Dua-duanya harus kita tindak lanjuti secepatnya, kita respon untuk menuntaskan paling utama rencana investasi,” kata Jokowi saat membuka rapat di Istana Merdeka, tadi pagi.

(Baca: Bertemu Pemimpin Arab Saudi, Jokowi Bahas Kilang Cilacap)

Reporter: Michael Reily
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait