Survei Internal Kubu Prabowo Klaim Ungguli Elektabilitas Jokowi 24%

Pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengeluarkan hasil survei internal jelang Pilpres 2019. Hasilnya, mereka ungguli Jokowi 24%.
Ameidyo Daud Nasution
8 April 2019, 19:16
Pihak internal calon presiden Prabowo Subianto keluarkan hasil survei internal yang menyebutkan pasangan Prabowo-Sandi ungguli Jokowi-Ma'ruf dengan selisih 24%
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Prabowo Subianto menyampaikan orasi dalam acara kampanye akbar di Gelora Bung Karno, Jakarta (7/4). Pihak internal calon presiden Prabowo Subianto keluarkan hasil survei internal yang menyebutkan pasangan Prabowo-Sandi ungguli Jokowi-Ma'ruf dengan selisih 24%.

Pihak internal calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengeluarkan hasil survei internal jelang Pilpres 2019 mendatang. Dalam hasil survei tersebut, pasangan Prabowo-Sandi mengungguli Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan selisih 24%.

Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Sugiono mengatakan hasil survei internal dikeluarkan untuk memberi informasi berimbang dan mencegah penggiringan opini. Sugiono mengaku tak mau ada pemikiran aneh apabila Prabowo-Sandi memenangkan pertarungan Pilpres 2019 dan mematahkan prediksi banyak lembaga survei. "Ini sekaligus warning (peringatan) kepada masyarakat apa yang tersaji tak seperti apa sebenarnya," kata Sugiono di Jakarta, Senin (8/4).

Meski demikian, ia tidak mengungkapkan metodologi survei secara keseluruhan. Sugiono hanya mengatakan survei dilakukan pada bulan Maret 2019 dan melibatkan 1.440 responden di 34 provinsi. Laiknya lembaga lain, Sugiono juga mengklaim survei internal ini juga memisahkan demografi responden. "Kami juga memisahkan gender, pekerjaan, hingga status sosial responden," kata Sugiono.

(Baca: Kominfo: Jelang Pemilu, Jumlah Hoaks Meningkat Signifikan)

Sugiono juga memberi perbandingan bahwa banyak lembaga survei memiliki hasil berbeda. Dia mencontohkan hal tersebut terjadi di tiga pilkada yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Di survei, pasangan Anies mampu meraup 57,9% suara mengalahkan petahana meski banyak survei meramal suara mereka tak sampai 50%. Selain itu di Jawa Barat, pasangan Sudrajad-Ahmad Syaikhu mampu mendapatkan 28,7% suara meski beberapa lembaga survei meramal suara mereka satu digit.

Meski demikian, kubu Prabowo enggan menyebut apakah lembaga survei lain memiliki kesalahan dalam metodologi perhitungan. Direktur Logistik Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Aryo Djojohadikusumo mengatakan perbedaan hasil ini bisa saja karena sampel yang diambil berbeda.

"Lembaga survei terkadang punya responden langganan yang berulang kali mereka tanya. Namun, cara kami mengambil responden berbeda" kata keponakan Prabowo tersebut.

(Baca: Sebut Pertumbuhan Ekonomi Ndasmu, Luhut Tuding Prabowo Kasar)

Video Pilihan

Artikel Terkait