PSBB Jakarta 9 Hari, Separuh Kendaraan di Jalan Tol Langgar Aturan

Dari total 2.863 kendaraan yang diperiksa saat melintas di ruas tol Jasa Marga, tercatat 1.549 atau 54% melanggar ketentuan PSBB.
Image title
20 April 2020, 13:33
Ilustrasi, Tol Jakarta-Cikampek. PT Jasa Marga Tbk menyebut, dari hasil pemeriksaan atas 2.863 kendaraan selama penerapan PSBB, tercatat 1.549 kendaraan atau 54% menyalahi ketentuan PSBB.
ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah
Ilustrasi, Tol Jakarta-Cikampek. PT Jasa Marga Tbk menyebut, dari hasil pemeriksaan atas 2.863 kendaraan selama penerapan PSBB, tercatat 1.549 kendaraan atau 54% menyalahi ketentuan PSBB.

Sembilan hari penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) wilayah DKI Jakarta, lebih dari setengah kendaraan yang diperiksa menyalahi ketentuan

Dalam siaran pers, Senin (20/4), PT Jasa Marga Tbk menyebutkan, hasil pemeriksaan bersama Kepolisian dan Dinas Perhubungan terhadap 2.863 kendaraan selama penerapan PSBB, tercatat 1.549 kendaraan atau 54% menyalahi ketentuan.

Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan, data tersebut merupakan hasil pengumpulan dari dari tiga checkpoint yang terletak di akses Gerbang Tol (GT), yakni GT Tomang Tol Dalam Kota, GT Kapuk Tol Sedyatmo dan GT Cikunir 2 Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR).

Menurutnya, presentase jumlah pelanggaran ketentuan PSBB secara harian masih fluktuatif. Pada hari pertama PSBB, pemeriksaan dilakukan pada 142 kendaraan dengan 81 unit atau 57% di antaranya melanggar ketentuan PSBB.

Pada hari berikutnya, jumlah pemeriksaan ditingkatkan menjadi 296 kendaraan, dengan temuan 196 kendaraan atau 66% melanggar ketentuan. Sementara, pada hari kesembilan atau Sabtu (18/4), dari 214 kendaraan yang diperiksa, terdapat 146 kendaraan atau 68%, melanggar ketentuan.

“Jenis kendaraan yang terbanyak melanggar adalah kendaraan kecil (44%) dan truk (40%). Sementara, jenis pelanggaran yang terbanyak tidak mengenakan masker (72%) dan jumlah penumpang melebihi ketentuan (19%),” kata Heru melalui siaran pers, Senin (20/4).

Di sisi lain, Jasa Marga mengambil langkah efisiensi untuk menekan biaya operasional, di tengah penurunan pendapatan tol akibat pandemi Covid-19. Meski demikian Jasa Marga memastikan, anggaran yang dipangkas adalah pos biaya overhead atau biaya umum dan administrasi.

(Baca: Jasa Marga Pantau Banyak Pengguna Jalan Langgar PSBB di Bogor)

Sejak pandemi Covid-19, khususnya sejak adanya imbauan work from (WFH) 16 Maret 2020 lalu, Jasa Marga mencatat penurunan volume kendaraan melintas di ruas jalan tol yang dioperasikannya. Penurunan semakin dalam ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan.

Jasa Marga mencatat tren penurunan lalu lintas di GT utama, yang berbatasan dengan wilayah Jabotabek, misalnya GT Cikampek Utama Tol Jakarta-Cikampek, GT Cikupa Exit Tol Jakarta-Merak dan GT Ciawi 2 Tol Jagorawi.

Heru merinci, sejak imbauan WFH dan pemberlakuan PSBB, penurunan arus kendaraan ke DKI Jakarta di GT Cikampek Utama 2 sebesar 27%, GT Cikupa Exit sebesar 26% dan GT Ciawi 2 sebesar 35%.

Tidak hanya di jalan tol yang berbatasan dengan wilayah Jabotabek, Jasa Marga juga mencatat adanya penurunan arus di ruas jalan tol jarak jauh antar kota. Contohnya, di Tol Trans Jawa, terjadi penurunan sekitar 34% dari lalu lintas harian rata-rata (LHR) normal.

Meski mengalami penurunan arus yang sangat signifikan dan mengurangi pendapatan, Jasa Marga akan terus mengoperasikan jalan tol miliknya. Hal ini dilakukan demi mendukung kepastian ketersediaan logistik di tengah pandemi Covid-19.

“Kami tetap komit menjaga tingkat pelayanan yang sudah ditetapkan dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM), sehingga program pelayanan kepada pengguna jalan tetap direalisasikan,” jelasnya.

(Baca: Jasa Marga Hentikan Sementara Top Up Tunai di Gerbang Tol Imbas Corona)

Reporter: Muchammad Egi Fadliansyah
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait