Bill Gates Bantah Tudingan Sebagai Pencipta Covid-19

Sejak terlibat aktif menangani pandemi corona Bill Gates kerap dihujani teori konspirasi, di antaranya tudingan yang menyebut dirinya pencipta Covid-19.
Image title
22 April 2020, 11:00
Ilustrasi, pendiri Microsoft Bill Gates. Bill Gates membantah berbagai teori konspirasi yang ditujukan kepada dirinya sejak ia aktif terlibat dalam penanganan Covid-19, termasuk di antaranya tudingan yang menyebutkan dirinya pencipta virus corona.
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi, pendiri Microsoft Bill Gates. Bill Gates membantah berbagai teori konspirasi yang ditujukan kepada dirinya sejak ia aktif terlibat dalam penanganan Covid-19, termasuk di antaranya tudingan yang menyebutkan dirinya pencipta virus corona.

Sejak memutuskan aktif dalam penanganan pandemi virus corona (Covid-19), pendiri Microsoft Bill Gates kerap dihujani berbagai teori konspirasi. Salah satu teori konspirasi yang nyaring disuarakan adalah, Bill Gates menciptakan Covid-19.

Mengutip South China Morning Post, Selasa (21/4), dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Tiongkok, CGTN, Bill Gates membantah seluruh teori konspirasi yang ditujukan kepada dirinya, termasuk tudingan dirinya menciptakan Covid-19.

"Menurut saya ironis apabila seseorang melakukan yang terbaik untuk dunia dan mencoba menyelesaikan penyakit menular yang luas, dituding sebagai penyebab pandemi," kata Bill Gates, dikutip dari South China Morning Post, Selasa (21/4).

Ia menganggap banyak orang yang memanfaatkan situasi pandemi ini, termasuk pembuat teori konspirasi untuk mendapatkan perhatian. Namun, dirinya memaklumi situasi ini, sebab menurutnya dalam situasi gila, desas-desus gila pun muncul.

Advertisement

Banyak pihak mencurigai Bill Gates memiliki misi terselubung saat aktif dalam penanganan pandemi Covid-19, termasuk tindakannya mendonasikan sebanyak US$ 250 juta untuk penanganan dampak Covid-19 dan riset vaksin.

Beberapa penyebar teori konspirasi itu berasal dari kalangan anti vaksin dan golongan fanatik. Salah satunya, seorang pendeta di Florida Amerika Serikat (AS) Adam Fannin, yang menyebarkan video di YouTube dan sudah disaksikan sebanyak 1,8 juta kali.

Dalam videonya, Fannin mengatakan Gates sedang menjalankan aksinya menciptakan perangkat yang dapat ditanamkan pada manusia dan bisa mengidentifikasi orang dengan covid-19. Dalam video lainnya, Fannin juga menyebut Bill Gates memanfaatkan Covid-19 untuk mengurangi populasi dunia.

(Baca: Kandidat Vaksin Covid-19 yang Didanai Bill Gates Diuji Coba ke Manusia)

Ia juga membuat klaim palsu bahwa vaksin yang didanai oleh Bill Gates justru berbahaya bagi tubuh manusia dan tidak menyelesaikan pandemi Covid-19.

"Vaksin itu dipenuhi dengan bahan kimia kotor dan janin yang digugurkan," kata Fannin dikutip dari Fast Company, Selasa (21/4).

Munculnya teori konspirasi soal sosok Bill Gates di balik pandemi Covid-19, agaknya didukung oleh pernyataan Bill Gates sendiri tahun 2015 silam. Kala itu, ia memperingatkan tentang adanya wabah dengan jumlah korban jiwa yang berpotensi mengejutkan dunia.

Mengutip New York Times, Jumat (17/4), riset Zignal Labs mengungkapkan, terdapat 16.000 postingan di Facebook tentang teori konspirasi virus corona terkait Bill Gates. Semua postingan itu total mendapatkan 900.000 respon suka dan komentar.

Bill Gates kerap menjadi subjek teori konspirasi. Tahun 1996 misalnya, muncul teori konspirasi yang mengatakan bahwa Microsoft adalah penemuan Illuminati.

Ada juga teori konspirasi lainnya, yang mengatakan Bill Gates berinvestasi untuk anti virus, sebagai cara menjajah Afrika.

(Baca: Jack Ma & Bill Gates Sumbang Jutaan Dolar untuk Tangani Virus Corona)

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait