Produksi Beras Diproyeksi 12,4 Juta Ton, Mentan Klaim Stok Aman

Mentan klaim stok beras aman karena Indonesia masih memiliki cadangan 3,5 juta ton ditambah proyeksi produksi beras hingga Mei 2020 sebesar 12,4 juta ton.
Image title
26 April 2020, 18:24
Ilustrasi, stok beras di gudang Bulog. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan, stok beras aman untuk memenuhi kebutuhan pangan, dengan cadangan stok sebanyak 3,5 juta ton dan produksi beras yang diproyeksi mampu mencapai 12,4 juta ton.
ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/pras.
Ilustrasi, stok beras di gudang Bulog. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan, stok beras aman untuk memenuhi kebutuhan pangan, dengan cadangan stok sebanyak 3,5 juta ton dan produksi beras yang diproyeksi mampu mencapai 12,4 juta ton.

Pemerintah memastikan stok beras aman untuk memenuhi kebutuhan pangan selama pandemi virus corona (Covid-19). Keyakinan ini diungkapkan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.

Ia menjelaskan, Indonesia masih memiliki surplus cadangan beras sebanyak 3,5 juta ton dan diprediksi ada tambahan sebanyak 12,4 juta ton yang beras yang dirpoduksi selama kurun waktu Februari-Mei 2020

"Jika ditambah stok yang ada di Bulog sebanyak 1 juta ton dan di penggilingan, maka kurang lebih stok beras hingga Mei 2020 sebanyak 15 juta ton," kata Syahrul, melalui video conference, Minggu (26/4).

Meski demikian, Kementerian Pertanian (Kementan) tetap merancang skenario, berdasarkan keadaan lahan yang dapat menghasilkan beras dan aspek distribusi hingga sampai ke masyarakat. Tiga skenario tersebut antara lain, optimistis, moderat dan pesimistis.

Advertisement

Skenario optimis adalah dari stok beras sekitar 15 juta ton, kebutuhan beras nasional diprediksi 7,6 juta ton selama Februari-Maret 2020. Sehingga, akan ada sisa stok sebanyak 7 juta ton di akhir Mei 2020.

Sedangkan, dilihat dari skenario moderat Kementan memproyeksi ada penurunan produksi beras sebesar 4% dari kemampuan produksi sebanyak 12,4 juta ton, sehingga total produksi sekitar 11 juta ton, ditambah dengan cadangan stok 3,5 juta ton.

Dengan rata-rata konsumsi beras berkisar antara 7,6 juta ton hingga 7,9 juta ton, maka cadangan stok diperkirakan masih bisa menyentuh kisaran 7 juta ton.

(Baca: Kementan Sebar 10 ATM Beras Gratis di Jabodetabek untuk Warga Miskin)

Sementara, skenario pesimis Kementan adalah, setok beras 3,5 juta ton ditambah produksi hanya sebesar 11,2 juta ton. Dengan proyeksi konsumsi beras meningkat menjadi 8,3 juta ton, maka stok beras nasional masih tersisa 6,4 juta ton akhir Mei 2020.

"Kami yakin stok beras aman sepanjang Ramadan dan Idul Fitri nanti. Datanya sudah kami validasi sampai ke daerah," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga telah mengungkapkan optimisme terkait ketersediaan bahan pangan, terutama beras. Keyakinan ini ditopang oleh masuknya masa panen raya tiga bulan mendatang.

"Tentu harapannya stok beras menjelang Lebaran nanti mencukupi," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, usai rapat terbatas melalui video conference, Selasa (21/4).

Tak hanya beras, stok jagung juga diklaim tercukupi saat Ramadan dan Idul Fitri. Sementara, terkait bawang merah, Airlangga menyebut para petani akan segera melakukan panen raya di berbagai daerah, seperti Brebes, Jawa Timur dan Agam, Sumatera Barat.

Untuk memperkuat ketersediaan bahan pangan, pemerintah juga telah memberikan izin impor untuk bawang putih, cabai merah, cabai rawit, daging dan gula pasir. Sementara, untuk memenuhi kebutuhan gula pasir saat ini, pemerintah mengalihkan gula rafinasi dari berbagai pabrik menjadi gula konsumsi.

(Baca: Masuk Masa Panen Raya, Pemerintah Jamin Stok Beras Aman)

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait