Penumpang Menumpuk di Bandara, Kemenhub Tegur AP II dan KKP

Kemenhub menegur AP II dan KKP karena kejadian penumpukan kedatangan penumpang di Terminal 3 Soekarno-Hatta. Ke depan, keduanya diminta lebih antisipatif.
Image title
7 Mei 2020, 21:32
Ilustrasi, sejumlah calon penumpang bersiap melakukan lapor diri sebelum terbang di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegur AP II dan KKP karena kurang antisipatif terhadap kedatangan penumpang, yang menyebabkan terja
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/nz
Ilustrasi, sejumlah calon penumpang bersiap melakukan lapor diri sebelum terbang di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegur AP II dan KKP karena kurang antisipatif terhadap kedatangan penumpang, yang menyebabkan terjadinya penumpukan orang di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta PT Angkasa Pura II, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) lebih antisipatif terhadap kedatangan penumpang di bandara. Terutama terkait penerapan protokol kesehatan penanganan virus corona (Covid-19).

Teguran ini dilantangkan oleh Kemenhub, lantaran pada hari Kamis (7/5) telah terjadi penumpukan penumpang penerbangan internasional yang tiba hampir bersamaan di Terminal 3 Soekarno-Hatta.

"Sesuai dengan Permenhub Nomor 18 tahun 2020, seluruh operator bandara diwajibkan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Ini termasuk dengan mengatur jaga jarak, baik saat keberangkatan maupun kedatangan di semua lokasi di bandara," kata Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto, dalam siaran pers, Kamis (7/5).

Ia menambahkan, Kemenhub juga telah mengingatkan KKP, yang berada di bawah Kementerian Kesehatan (Kemenkes), untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada para penumpang agar tidak terjadi antrian panjang.

Advertisement

Pada Kamis (7/5), sepanjang siang hingga sore hari, tercatat ada lebih dari 400 orang penumpang warga negara Indonesia (WNI), yang sebagian besar adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tiba hampir bersamaan menggunakan empat maskapai yang berbeda.

Para penumpang tersebut harus melewati protokol kesehatan berupa pengecekan Health Alert Card, pemeriksaan suhu tubuh, pemeriksaan saturasi oksigen, wawancara per penumpang dan rapid test untuk WNI yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK).

(Baca: Ada Syaratnya, Menhub Izinkan Semua Moda Transportasi Beroperasi Besok)

Protokol kesehatan ini membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga terjadi antrian panjang yang menyebabkan penumpukan orang di beberapa titik.

Karena terjadi penumpukan ini, Kemenhub meminta agar KKP menambah sumber daya manusia di bandara. Selain itu, dharapkan harus lebih baik ketika memberikan penjelasan tentang proses pengecekan kesehatan.

Selain itu, pihak AP II juga diminta meningkatkan kemampuan mengatur dan mengawasi penerapan jaga jarak di bandara. Hal ini diperlukan agar tidak terjadi lagi penumpukan, yang justru tidak selaras dengan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

Saat ini, kondisi Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta dilaporkan telah kembali normal, dan kedatangan penumpang sudah dapat ditangani dengan baik. Kemenhub pun meminta maaf kepada seluruh penumpang yang harus mengalami antrian panjang.

"Ke depan, dipastikan otoritas bandara mampu melaksanakan pengawasan lebih ketat terhadap guna menghindari kejadian serupa terulang kembali," ujarnya.

(Baca: Longgarkan Transportasi, Menhub: Mudik & Pulang Kampung Tetap Dilarang)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait