Dibayangi Kelebihan Pasokan, Harga Minyak Kembali Turun

Harga minyak jenis WTI dan Brent kembali turun karena pasar masih dibayangi kelebihan pasokan.
Image title
11 Mei 2020, 09:16
Ilustrasi, kilang minyak milik Pertamina UP II Dumai. Harga minyak mentah global kembali turun karena pasar global masih dibayangi kelebihan pasokan minyak.
ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid
Ilustrasi, kilang minyak milik Pertamina UP II Dumai. Harga minyak mentah global kembali turun karena pasar global masih dibayangi kelebihan pasokan minyak.

Harga minyak mentah dunia anjlok pada perdagangan Senin (11/5) pukul 08.30 WIB. Penyebabnya, pasar kelebihan pasokan akibat pandemi virus corona (Covid-19) mengikis permintaan.

Penurunan permintaan imbas pandemi corona ini tetap terjadi, meski beberapa negara mulai melonggarkan kebijakan karantina wilayah atau lockdown. Sebelumnya, permintaan minyak mentah dunia telah anjlok sekitar 30%, karena pandemi Covid-19 membatasi mobilitas secara global.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Juni 2020 turun 2,32% ke level US$ 23,93 per barel. Sedangkan, harga minyak jenis untuk kontrak pengiriman yang sama, turun 3,27% menjadi US$ 23,93 per barel.

Maskapai penerbangan asal Kolombia Avianca Holdings menyampaikan, pandemi corona membuat perusahaan terancam kebangkrutan. Pasalnya, pandemi mengakibatkan penurunan 90% dalam perjalanan udara global dan menekan permintaan bahan bakar jet.

Advertisement

Sementara, analis minyak dan gas Global Data, Haseeb Ahmed mengatakan, perusahaan minyak dunia telah banyak menghadapi banyak tentangan karena penurunan permintaan yang mendadak.

(Baca: Eropa hingga AS Perlonggar Lockdown, Harga Minyak Terkerek Hampir 14%)

"Amerika Utara sedang berjuang menghadapi kekurangan kapasitas penyimpanan, mungkin hanya masalah waktu sebelum Amerika Serikat (AS) kehabisan ruang penyimpanan," kata Ahmed, dilansir dari Reuters.

Adapun, minyak jenis WTI dan Brent telah mencatatkan kenaikan selama dua pekan terakhir karena beberapa negara telah melonggarkan lockdown yang menyebabkan permintaan bahan bakar sedikit meningkat. Selain itu, produksi minyak di seluruh dunia juga menurun, untuk mengurangi pasokan kelebihan pasokan.

Di sisi lain, pada Minggu (10/5) Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan, pembatasan pelonggaran terbatas. Lewat keputusan ini, masyarakat Inggris mampu orang berolahraga lebih sering, dan mendorong beberapa orang untuk kembali bekerja.

Pelonggaran lockdown juga akan dilakukan oleh Spanyol, yang pada akhir pekan lalu mencatatkan jumlah kematiana harian terendah sejak pertengahan Maret 2020.

(Baca: Perang Dagang AS-Tiongkok Kembali Memanas, Harga Minyak Anjlok Lagi)

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait