Bank Mandiri dan Pertamina Susun Panduan Kerja Sambut "New Normal"

Bank Mandiri dan Pertamina telah menyiapkan skenario berupa protokol kesehatan, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi menyambut "New Normal" BUMN.
Image title
18 Mei 2020, 12:51
Ilustrasi, karyawan Bank Mandiri melayani nasabah dengan protokol pembatasan jarak. Bank Mandiri dan Pertamina telah menyiapkan skenario berupa protokol kesehatan, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi menyambut "New Normal" BUMN.
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc.
Ilustrasi, karyawan Bank Mandiri melayani nasabah dengan protokol pembatasan jarak. Bank Mandiri dan Pertamina telah menyiapkan skenario berupa protokol kesehatan, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi menyambut "New Normal" BUMN.

Sesuai dengan arahan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengenai skenario "New Normal", beberapa BUMN langsung bergerak cepat. Dua di antara BUMN tersebut adalah PT Bank Mandiri Tbk dan PT Pertamina.

Bank Mandiri, melalui Business Continuity Management (BCM) sebagai task force Covid-19, telah mesosialisasikan skenario "New Normal" kepada nasabah, mitra bisnis, pegawai dan pemangku kepentingan lain.

Sosialisasi dilakukan melalui kanal media komunikasi Bank Mandiri di seluruh kantor utama, maupun cabang yang tersebar di Indonesia dan luar negeri.

Cara yang sama juga diterapkan Pertamina, yang menginformasikan mengenai skenario New Normal kepada pekerja, pelanggan, mitra dan pemasok selama bekerja baik di dalam maupun di luar wilayah operasi.

Advertisement

“Pertamina sedang mempersiapkan penyusunan protokol mengantisipasi skenario "New Normal" di seluruh lini kegiatan operasional. Hal ini dilakukan di sektor hulu, pengolahan, distribusi hingga pelayanan di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di seluruh Indonesia,” ujar Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, dalam siaran pers, Senin (18/5).

Protokol skenario "New Normal" yang disiapkan oleh Bank Mandiri antara lain, mewajibkan penggunaan masker pemeriksaan suhu tubuh nasabah, tamu, dan karyawan dengan thermogun.

(Baca: BRI Akan Susun Skenario Implementasi “The New Normal”)

Kemudian, menyediakan hand sanitizer, mewajibkan penggunaan sarung tangan, dan masker oleh pegawai front office. Serta menyediakan layanan antar-jemput untuk karyawan.

Untuk pelayanan nasabah di kantor cabang, Bank Mandiri memasang jarak antrian antar nasabah, serta memasang penyekat meja acrilyc di teller dan customer service.

Perusahaan juga tetap menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (work from home) dan split teamwork bagi sebagian karyawan, khususnya dari unit kerja yang non kritikal, sesuai dengan imbauan pemerintah.

Langkah serupa juga dijalankan Pertamina, yang mewajibkan penggunaan masker, sterilisasi lingkungan kerja maupun pemeriksaan kesehatan dan tracking kondisi pekerja. Untuk pengaturan pertemuan di kantor dan daerah operasi, Pertamina akan mengoptimalkan penggunaan teknologi.

Sementara, bagi pelanggan Pertamina menerapkan protokol physical distance, serta mendorong mendorong penggunaan digital payment melalui aplikasi MyPertamina.

(Baca: "New Normal" BUMN, Pegawai di Bawah 45 Tahun Berkantor Usai Lebaran)

Mendorong transaksi cashless juga dilakukan oleh Bank Mandiri, yang menyarankan nasabah melakukan transaksi melalui electronic channel, seperti Mandiri Online yang dapat melayani berbagai transaksi keuangan nasabah.

Mandiri Online versi terbaru juga dapat menampilkan seluruh informasi simpanan atau pinjaman pengguna secara terperinci. Sementara, untuk transaksi perbankan, nasabah juga dapat memanfaatkan Mandiri Cash Management, yang meliputi transfer dana maupun virtual account hingga ke sistem payroll.

"Ke depan, Bank Mandiri bakal terus meningkatkan inovasi pada produk Mandiri Online ini agar bisa memenuhi berbagai kebutuhan nasabah dan masyarakat luas." kata Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar, dalam siaran pers, Senin (18/5).

Seperti diketahui, Kementerian BUMN akan kembali memulai aktivitas kantor bagi pegawai perusahaan pelat merah berusia kurang dari 45 tahun usai 25 Mei 2020. Hal ini merupakan antisipasi skenario kondisi normal yang baru akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Langkah ini diatur dalam Surat Edaran Menteri BUMN Erick Thohir dengan nomor kop No S-336/MBU/05/2020 tertanggal 15 Mei 2020 kepada seluruh Direktur Utama perusahaan pelat merah. Surat tersebut mengatur lima fase pemulihan operasional perusahaan negara.

(Baca: Erick Thohir Minta BUMN Siapkan Strategi Hadapi 'New Normal')

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait